Dalam konsep manajemen proyek, salah satu hal yang terpenting di dalamnya adalah melakukan proses penyusunan terhadap perencanaan proyek yang paling tepat dan efektif. Terdapat 5 hal penting yang menjadi bagian penting dalam menjalankan proyek konstruksi.
(1) Memastkan adanya perhitungan yang akurat dalam Menyusun Rencana Anggaran Proyek
Rencana terhadap proses perhitungan dari Rencana Anggaran Proyek inilah adalah hal penting. Penetapan rencana awal produk dalam bentuk gambar teknik, penyusunan spesifikasi serta penetapan harga adalah hal yang sangat penting. Kegiaan manajemen proyek yang tepat dan efektif dimulai dari detail gambaran awal yang akurat tersebut.
(2)Pengelolaan Alir Pengadaan
Perencanaan yang kuat tidak hanya dimulai dari suatu gambaran teknis saja, namun juga terkait dengan status perencanaan terhadap pengadaan barang (pasokan material) yang dimulai dari pemasok untuk kemudian dijalankan proses perencanaan kerja sama dengan pemasok yang efektif.
(3) Kontrol Pelaksanaan Budget Proyek
Ada baiknya penetapan budget diberikan toleransi untuk beberapa aspek tidak terduga, seperti kenaikan harga ataupun faktor eksternal yang kemungkinan bisa terjadi. Perencanaan keuangan/ budget harus dijalankan secara ketat dan efektif untuk dapat memastikan bahwa anggaran proyek yang dimaksudkan tersebut dapat dijalankan secara maksimal dan terkendali. Rencana pengajuan budget harus ditetapkan berdasarkan data administrasi yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.
(4) Sistem Pengendalian Realisasi Pekerjaan
Bagaimana suatu sistem pekerjaan terkendali dan terawasi. Penyusunan fungsi pengawas dan QS adalah hal penting untuk dapat memastikan bahwa realisasi pekerjaan dapat dijalankan secara maksimal. Pemantauan untuk melihat progres berjalan tepat waktu dan disertai dengan kualitas yang tepat dan akurat.
(5)Sistem Administrasi
Sistem pencatatan terhadap kegiatan proyek yang dijalankan merupakan nilai penting dalam melakukan proses perhitungan biaya beserta identifikasi pengukuran efektifitas maupun efisiensi pekerjaan.
Melihat referensi ini, ada baiknya perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi dapat menjalankan proses manajemen proyek konstruksi yang terkendali dan sesuai dengan target waktu yang dipersyaratkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Banyak perusahaan merasakan kesulitan untuk melakukan proses pengembangan bisnisnya untuk melangkah menjadi lebih profesional. Tidak dipungkiri komitmen untuk menjadi lebih berkembang ternyata tidak dapat diikuti oleh seluruh pihak dalam perusahaan. Blog ini merupakan suatu bentuk sarana diskusi dan konsultasi mengenai bagaimana perusahaan dapat dibentuk menjadi lebih profesional dengan cara mengembangkan dan mengimplementasikan SOP dalam perusahaannya tersebut.
Jumat, 26 Desember 2014
Senin, 15 Desember 2014
Implementasi Leadership Dalam Program SOP
Banyak perusahaan, telah menjalankan program pengukuran kinerja
karyawan. Namun dalam pelaksanaannya kegiatan ini menjadi tidak efektif
dan tidak meningkatkan motivasi dari karyawan untuk menghasilkan
produktifitas yang maksimal. Lalu bagaimana langkah yang dapat
dilakukan oleh perusahaan untuk dapat meningkatkan produktifitas
karyawan melali Sistem Manajemen Unjuk Kerja.
(1) Mengukur kekuatan dari Organisasi Untuk Mencapai Target
Banyak persahaan melakukan penetapan target yang terlalu tinggi ataupun target yang terlalu rendah. Penetapan target harus dipastikan dengan tingkat kesulitan yang terkendali dan dapat meningkatkan motivasi serta ambisi dari karyawan untuk mencapainya. Perusahaan tidak hanya melakukan proses penetapan target kerja kelompok saja, ada baiknya perusahaan juga menyelaraskan dengan pencapaian target individu.
(2) Mengukur Dampak dari Pengukuran Kinerja
Perusahaan kadangkala lalai dalam mengukur dampak kinerja dari hasil output pengukuran kinerja. Salah satu penyebab kegagalan yang seringkali muncul dalam proses pengukuran kinerja adalah tidak adanya dampak yang mempengaruhi karyawan baik dalam bentuk penghargaan ataupun hukuman.
(3) Mengukur Kontribusi Pengukuran Kinerja ke dalam Proses Pengukuran Kinerja Perusahaan
Sistem Manajemen Unjuk Kerja yang tepat tidak hanya meningkatkan produktifitas karyawan, namun juga dapat dipergunakan untuk memastikan adanya peningkatan output proses perusahaan. Dimana kinerja yang dimaksud harus dapat memberikan aspek yang signifikan terhadap output proses dalam perusahaan.
Adalah menjadi hal yang penting bagi perusahaan untuk dapat memaksimalkan penerapan Sistem Manajemen Unjuk Kerja Perusahaan agar mendapatkan hasil yang produktif bagi perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
(1) Mengukur kekuatan dari Organisasi Untuk Mencapai Target
Banyak persahaan melakukan penetapan target yang terlalu tinggi ataupun target yang terlalu rendah. Penetapan target harus dipastikan dengan tingkat kesulitan yang terkendali dan dapat meningkatkan motivasi serta ambisi dari karyawan untuk mencapainya. Perusahaan tidak hanya melakukan proses penetapan target kerja kelompok saja, ada baiknya perusahaan juga menyelaraskan dengan pencapaian target individu.
(2) Mengukur Dampak dari Pengukuran Kinerja
Perusahaan kadangkala lalai dalam mengukur dampak kinerja dari hasil output pengukuran kinerja. Salah satu penyebab kegagalan yang seringkali muncul dalam proses pengukuran kinerja adalah tidak adanya dampak yang mempengaruhi karyawan baik dalam bentuk penghargaan ataupun hukuman.
(3) Mengukur Kontribusi Pengukuran Kinerja ke dalam Proses Pengukuran Kinerja Perusahaan
Sistem Manajemen Unjuk Kerja yang tepat tidak hanya meningkatkan produktifitas karyawan, namun juga dapat dipergunakan untuk memastikan adanya peningkatan output proses perusahaan. Dimana kinerja yang dimaksud harus dapat memberikan aspek yang signifikan terhadap output proses dalam perusahaan.
Adalah menjadi hal yang penting bagi perusahaan untuk dapat memaksimalkan penerapan Sistem Manajemen Unjuk Kerja Perusahaan agar mendapatkan hasil yang produktif bagi perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Selasa, 07 Oktober 2014
5 Prinsip Dasar Menyusun SOP Manufacturing
Banyak perusahaan manufacturing melakukan proses set up sistem namun belum memahami konsep kunci dalam melakukan proses penyusunan sistem yang ada dalam penetapan SOP yang dimaksudkan tersebut.
Berikut adalah 5 prinsip penting yang sangat diperlukan dalam memperhatikan proses penyusunan SOP. Lalu apa kelima prinsip yang dibutuhkan tersebut?
(a) Sistem Kuantifikasi Produksi
Adalah penting bagi perusahaan untuk dapat menetapkan sistem operasional produksi. Perhitungan mulai dari kapasitas mesin ataupun dari kapasitas operasional kemampuan manusia dalam melakukan proses realisasi produksi. Penetapan kuantifikasi produksi yang dimaksud menjadi bagian penting dalam penetapan satuan penetapan pengadaan dan proses lainnya.
(b) Sistem Perencanaan
Bagaimana proses perencanaan harus dijalankan, penetapan standar lead time, kebutuhan minimum stock harus dipastikan dilakukan sejalan dengan proses untuk menjalankan bagaimana tahapan produksi dijalankan dengan perencanaan yang matang.
(c) Sistem Penetapan Kualitas
Kualitas adalah suatu keharusan yang tidak boleh dilupakan oleh perusahaan yang menjalankan sistem dengan berbasiskan manajemen manufacturing. Adapun standar kualitas ini adalah menjadi point strategis untuk dapat mencapai porsi kekuatan produk. Penetapan kualitas pada beberapa perusahaan dijalankan dengan melalui riset dan analisis kebutuhan dari pasar itu sendiri.
(d) Pengembangan SDM
Dalam industri yang memiliki kekuatan untuk mengelola sumber daya manusia. Kemampuan untuk mengembangkan sumber daya manusia tentunya adalah mutlak. Bagaimana dengan kekuatan mengembangkan SDM tersebut dapat meningkatkan nilai produktifitas dibanding dengan biaya operasional.
(e) Sistem proses penyusunan laporan kerja
Bagaimana proses penetapan laporan kerja terkait dengan output produksi adalah penting. Memastikan neraca material seimbang dan sistem perhitungan serta pengukuran kuantitas ditetapkan.
Dalam menetapkan SOP yang terkait dengan manufacturing adalah penting bagi perusahaan untuk dapat menjalankan kelima prinsip tersebut ke dalam sistem. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang efektif dalam menetapan/ menyusun SOP dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Berikut adalah 5 prinsip penting yang sangat diperlukan dalam memperhatikan proses penyusunan SOP. Lalu apa kelima prinsip yang dibutuhkan tersebut?
(a) Sistem Kuantifikasi Produksi
Adalah penting bagi perusahaan untuk dapat menetapkan sistem operasional produksi. Perhitungan mulai dari kapasitas mesin ataupun dari kapasitas operasional kemampuan manusia dalam melakukan proses realisasi produksi. Penetapan kuantifikasi produksi yang dimaksud menjadi bagian penting dalam penetapan satuan penetapan pengadaan dan proses lainnya.
(b) Sistem Perencanaan
Bagaimana proses perencanaan harus dijalankan, penetapan standar lead time, kebutuhan minimum stock harus dipastikan dilakukan sejalan dengan proses untuk menjalankan bagaimana tahapan produksi dijalankan dengan perencanaan yang matang.
(c) Sistem Penetapan Kualitas
Kualitas adalah suatu keharusan yang tidak boleh dilupakan oleh perusahaan yang menjalankan sistem dengan berbasiskan manajemen manufacturing. Adapun standar kualitas ini adalah menjadi point strategis untuk dapat mencapai porsi kekuatan produk. Penetapan kualitas pada beberapa perusahaan dijalankan dengan melalui riset dan analisis kebutuhan dari pasar itu sendiri.
(d) Pengembangan SDM
Dalam industri yang memiliki kekuatan untuk mengelola sumber daya manusia. Kemampuan untuk mengembangkan sumber daya manusia tentunya adalah mutlak. Bagaimana dengan kekuatan mengembangkan SDM tersebut dapat meningkatkan nilai produktifitas dibanding dengan biaya operasional.
(e) Sistem proses penyusunan laporan kerja
Bagaimana proses penetapan laporan kerja terkait dengan output produksi adalah penting. Memastikan neraca material seimbang dan sistem perhitungan serta pengukuran kuantitas ditetapkan.
Dalam menetapkan SOP yang terkait dengan manufacturing adalah penting bagi perusahaan untuk dapat menjalankan kelima prinsip tersebut ke dalam sistem. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang efektif dalam menetapan/ menyusun SOP dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Selasa, 15 Juli 2014
Peranan Konsultan SOP dalam Menyusun Sistem Waralaba
Dalam pengembangan sistem manajemen retail, adalah penting bagi
perusahaan untuk dapat berkembang menjadi lebih maju. Alternatif
perkembangan sangat diperlukan mengingat salah satu strategis dari suatu
sistem manajemen retail adalah pola penempatan retail dalam cabang
operasional pekerjaan yang ada di lapangan. Namun tentu saja penempatan
cabang sangat beresiko terhadap biaya operasional dari perusahaan,
karena dengan pengembangan cabang berarti juga dijalankannya suatu
investasi.
Untuk memastikan bahwa program franchise tersebut dapat dijalankan secara efektif, maka perusahaan sebaiknya memastikan adanya suatu bentuk sistem yang dapat mengendalikan secara tepat dan efektif hubungan antara pihak franchisor dan franchise. Banyak perusahaan dapat mendesain sendiri sistem tersebut, namun juga terdapat beberapa perusahaan yang menggunakan jasa konsultan dalam melakukan proses penyusunan sistem.
Lalu apa peranan konsultan dalam proses pengembangan franchise/waralaba dalam bidang retail.
(1) Menyusun Standard Operating Procedure
Konsultan memiliki kemampuan untuk dapat mengidentifikasi kebutuhan dari sistem yang dimaksud, termasuk di dalamnya adalah memastikan potensi-potensi resiko yang tidak dapat terakomodasi di dalam sistem. Hal ini tentu membutuhkan peranan konsultan yang telah memiliki pengalaman yang memadai dalam mengapikasikan SOP yang dimaksudkan tersebut.
(2) Mengembangkan Konsep Desain dan Strategi Penjualan
Dalam aplikasinya, konsultan memegang peranan penting dalam memastikan bahwa konsep penjualan dan strategi adalah seragam. Kepekaan dan kemampuan dalam mengolah data sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa desain penjualan produk yang ditetapkan tersebut memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan.
(3) Mengembangkan Kapasitas SDM (Sumber Daya Manusia)
Peranan konsultan dalam pengembangan franchise adalah turut membantu pengembangan kapasitas sdm. Dalam industri retail, faktor "jasa" memegang peranan yang sangat penting yang tidak bisa dilepaskan dari peranan sdm itu sendiri.
Perusahaan Anda tertarik untuk mengembangkan sistem franchise, sebaiknya pastikan persiapan sistem telah terakomodasi secara tepat dan efektif. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengakomodasi pengembangan sistem franchise dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Untuk memastikan bahwa program franchise tersebut dapat dijalankan secara efektif, maka perusahaan sebaiknya memastikan adanya suatu bentuk sistem yang dapat mengendalikan secara tepat dan efektif hubungan antara pihak franchisor dan franchise. Banyak perusahaan dapat mendesain sendiri sistem tersebut, namun juga terdapat beberapa perusahaan yang menggunakan jasa konsultan dalam melakukan proses penyusunan sistem.
Lalu apa peranan konsultan dalam proses pengembangan franchise/waralaba dalam bidang retail.
(1) Menyusun Standard Operating Procedure
Konsultan memiliki kemampuan untuk dapat mengidentifikasi kebutuhan dari sistem yang dimaksud, termasuk di dalamnya adalah memastikan potensi-potensi resiko yang tidak dapat terakomodasi di dalam sistem. Hal ini tentu membutuhkan peranan konsultan yang telah memiliki pengalaman yang memadai dalam mengapikasikan SOP yang dimaksudkan tersebut.
(2) Mengembangkan Konsep Desain dan Strategi Penjualan
Dalam aplikasinya, konsultan memegang peranan penting dalam memastikan bahwa konsep penjualan dan strategi adalah seragam. Kepekaan dan kemampuan dalam mengolah data sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa desain penjualan produk yang ditetapkan tersebut memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan.
(3) Mengembangkan Kapasitas SDM (Sumber Daya Manusia)
Peranan konsultan dalam pengembangan franchise adalah turut membantu pengembangan kapasitas sdm. Dalam industri retail, faktor "jasa" memegang peranan yang sangat penting yang tidak bisa dilepaskan dari peranan sdm itu sendiri.
Perusahaan Anda tertarik untuk mengembangkan sistem franchise, sebaiknya pastikan persiapan sistem telah terakomodasi secara tepat dan efektif. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengakomodasi pengembangan sistem franchise dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Minggu, 13 Juli 2014
Langkah Awal dalam Mengembangkan Sistem Franchise
Apakah perusahaan Anda berminat untuk mengembangkan usaha ke dalam
bentuk sistem franchise? Apabila iya, ada baiknya perusahaan Anda
mempelajari terlebih dahulu bagaimana suatu perusahaan dapat
mempersiapkan sistem franchise.
Banyak hal yang menarik yang dapat dipersiapkan sejak dini apabila suatu usaha akan mengembangkan sistem franchise.
(1) Pengembangan omset
Analisis produk yang dijual oleh perusahaan Anda untuk memastikan estimasi dari omset yang selama ini tercapai. Lakukan analisis trend penjualan dan kemampuan untuk menyerap dari pasar terhadap produk yang dikembangkan oleh perusahaan tersebut dapat diterima secara luas. Kemampuan produk Anda untuk "bergerak" di masyarakat/ konsumen adalah dasar penting dalam mengembangkan franchise.
(2) Pengembangan Sistem
Dalam konsep strategi franchise, hal yang terpenting dari suatu perusahaan adalah menyusun sistem. SOP ataupun panduan teknis perlu ditetapkan untuk memastikan adanya suatu "keseragaman" terhadap penggunaan sistem agar output usaha adalah seragam. Fungsi sumber daya manusia sebagai bagian pengakomodasi dari sistem juga dibutuhkan. Pembuatan training centre sebagai pusat pelatihan juga sangat penting agar sumber daya manusia dapat menjalankan sistem secara tepat.
Alternatif penyusunan sistem dapat dilakukan dengan menggunakan sistem IT/ program terintegrasi. Meskipun dengan investasi yang tinggi, namun dengan biaya yang tinggi tersebut perusahaan juga dapat melakukan proses pengawasan secara real time untuk titik cabang dalam jumlah yang banyak.
(3) Brand Management
Pengelolaan merk adalah bagian utama untuk memastikan bahwa seluruh titik franchise anda bergerak secara maksimal. Kekuatan merk dapat membawa peningkatan penjualan secara optimal. Tentu saja agar merk yang ada tersebut menjadi kuat dan memiliki persepsi yang strategis, perusahaan harus dipastikan menyusun program-program yang efektif untuk memastikan brand perusahaan Anda secara kuat dipahami dan dekat dengan pelanggan.
(4) Sales Management
Pengelolaan aktivasi penjualan merupakan konsep yang kuat yang dapat Anda jual. Pengembangan-pengembangan produk baru ataupun program promosi dapat meningkatkan potensi penjualan Anda menjadi suatu proses aktifasi strategis. Penjualan harus dijalankan secara tepat dan efektif. Sales force harus terintegrasi pada seluruh lini karyawan.
Apakah perusahaan Anda telah siap untuk mengembangkan sistem franchise? Evaluasi kondisi perusahaan Anda saat ini dan kemudian lakukan analisis kesiapan perusahaan Anda. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Banyak hal yang menarik yang dapat dipersiapkan sejak dini apabila suatu usaha akan mengembangkan sistem franchise.
(1) Pengembangan omset
Analisis produk yang dijual oleh perusahaan Anda untuk memastikan estimasi dari omset yang selama ini tercapai. Lakukan analisis trend penjualan dan kemampuan untuk menyerap dari pasar terhadap produk yang dikembangkan oleh perusahaan tersebut dapat diterima secara luas. Kemampuan produk Anda untuk "bergerak" di masyarakat/ konsumen adalah dasar penting dalam mengembangkan franchise.
(2) Pengembangan Sistem
Dalam konsep strategi franchise, hal yang terpenting dari suatu perusahaan adalah menyusun sistem. SOP ataupun panduan teknis perlu ditetapkan untuk memastikan adanya suatu "keseragaman" terhadap penggunaan sistem agar output usaha adalah seragam. Fungsi sumber daya manusia sebagai bagian pengakomodasi dari sistem juga dibutuhkan. Pembuatan training centre sebagai pusat pelatihan juga sangat penting agar sumber daya manusia dapat menjalankan sistem secara tepat.
Alternatif penyusunan sistem dapat dilakukan dengan menggunakan sistem IT/ program terintegrasi. Meskipun dengan investasi yang tinggi, namun dengan biaya yang tinggi tersebut perusahaan juga dapat melakukan proses pengawasan secara real time untuk titik cabang dalam jumlah yang banyak.
(3) Brand Management
Pengelolaan merk adalah bagian utama untuk memastikan bahwa seluruh titik franchise anda bergerak secara maksimal. Kekuatan merk dapat membawa peningkatan penjualan secara optimal. Tentu saja agar merk yang ada tersebut menjadi kuat dan memiliki persepsi yang strategis, perusahaan harus dipastikan menyusun program-program yang efektif untuk memastikan brand perusahaan Anda secara kuat dipahami dan dekat dengan pelanggan.
(4) Sales Management
Pengelolaan aktivasi penjualan merupakan konsep yang kuat yang dapat Anda jual. Pengembangan-pengembangan produk baru ataupun program promosi dapat meningkatkan potensi penjualan Anda menjadi suatu proses aktifasi strategis. Penjualan harus dijalankan secara tepat dan efektif. Sales force harus terintegrasi pada seluruh lini karyawan.
Apakah perusahaan Anda telah siap untuk mengembangkan sistem franchise? Evaluasi kondisi perusahaan Anda saat ini dan kemudian lakukan analisis kesiapan perusahaan Anda. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Kamis, 10 Juli 2014
Perbaikan SOP Melalui Sistem Kompensasi
Ketika suatu perusahaan menjalankan konsep bertransformasi dari yang
sebelumnya belum memiliki sistem tertulis dengan kemudian menjadi
memiliki suatu bentuk sistem tertulis maka dari situlah transformasi
sistem kompetensi mulai menjadi pertimbangan. Artinya, perusahaan bukan
hanya dipaksa untuk mengubah sistem yang selama ini dimiliki namun juga
diminta untuk menginvestasikan pengembangan sumber daya manusia sesuai
dengan kebutuhan tuntutan sistem.
Sehingga akibat negatif yang timbul dari suatu pengembangan sistem nantinya tidak menyebabkan permasalahan, seperti dimana sistem tersebut tidak dapat berjalan karena kegagalan dari sumber daya manusia menginterpretasi sistem yang telah terbentuk. Lalu bagaimana langkah strategis perusahaan untuk mengantisipasi tersebut.
(1) Investasi Pelatihan
Pengembangan program-program pelatihan sangat dibutuhkan oleh karyawan dalam memahami sistem yang telah dibentuk tersebut. Adanya penambahan faktor kompetensi akan sangat membantu perusahaan dalam menjalankan sistem yang telah ditetapkan tersebut.
(2) Merumuskan Ulang Standar Kompetensi
Perusahaan ada baiknya melakukan proses penetapan ulang terhadap formula kompetensi dari jabatan-jabatan yang ada dalam organisasi. Identifikasi sistem kompetensi yang telah dipersyaratkan dalam jabatan, akan amat sangat membantu perusahaan dalam menyusun program-program pelatihan yang dipeersyaratkan dalam jabatan tersebut.
(3) Menjalankan Sistem Manajemen Unjuk Kerja
Sedikit berbeda dengan penilaian kompetensi, penilaian kinerja dapat dijalankan sebagai bagian dari verifikasi ulang untuk dapat memastikan bahwa sistem yang telah ditetapkan tersebut. Dengan program penilaian tersebut maka secara tidak langsung dapat mempengaruhi sistem realisasi dari pekerjaan yang telah dipersyaratkan dalam manajemen unjuk kerja.
Perusahaan sebaiknya memahami, bahwa dengan hanya memiliki SOP saja tanpa disertai dengan adanya investasi pengembangan SDM maka perjalanan perusahaan dalam mengimplementasikan sistem masih cukup panjang. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Sehingga akibat negatif yang timbul dari suatu pengembangan sistem nantinya tidak menyebabkan permasalahan, seperti dimana sistem tersebut tidak dapat berjalan karena kegagalan dari sumber daya manusia menginterpretasi sistem yang telah terbentuk. Lalu bagaimana langkah strategis perusahaan untuk mengantisipasi tersebut.
(1) Investasi Pelatihan
Pengembangan program-program pelatihan sangat dibutuhkan oleh karyawan dalam memahami sistem yang telah dibentuk tersebut. Adanya penambahan faktor kompetensi akan sangat membantu perusahaan dalam menjalankan sistem yang telah ditetapkan tersebut.
(2) Merumuskan Ulang Standar Kompetensi
Perusahaan ada baiknya melakukan proses penetapan ulang terhadap formula kompetensi dari jabatan-jabatan yang ada dalam organisasi. Identifikasi sistem kompetensi yang telah dipersyaratkan dalam jabatan, akan amat sangat membantu perusahaan dalam menyusun program-program pelatihan yang dipeersyaratkan dalam jabatan tersebut.
(3) Menjalankan Sistem Manajemen Unjuk Kerja
Sedikit berbeda dengan penilaian kompetensi, penilaian kinerja dapat dijalankan sebagai bagian dari verifikasi ulang untuk dapat memastikan bahwa sistem yang telah ditetapkan tersebut. Dengan program penilaian tersebut maka secara tidak langsung dapat mempengaruhi sistem realisasi dari pekerjaan yang telah dipersyaratkan dalam manajemen unjuk kerja.
Perusahaan sebaiknya memahami, bahwa dengan hanya memiliki SOP saja tanpa disertai dengan adanya investasi pengembangan SDM maka perjalanan perusahaan dalam mengimplementasikan sistem masih cukup panjang. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Selasa, 01 Juli 2014
Penyusunan SOP Berdasarkan Standar ISO 9001
Banyak perusahaan berkeinginan untuk memiliki SOP dan sekaligus juga
memiliki sistem ISO 9001. Pertanyaan yang muncul kemudian, apakah kedua
sistem ini dapat berjalan beriringan untuk diimplementasikan dalam
perusahaan? Kedua sistem tersebut tentu saja bisa menjadi penyeimbang
untuk dapat dipergunakan dalam memastikan agar sistem SOP dan Sistem ISO
9001 dapat dijalankan secara efektif.
Lalu bagaimana langkah melakukan proses penyusunan SOP yang berkaidah ISO 9001.
Tahap Pertama, Proses mengidentifikasi Standar ISO 9001
Dalam tahapan proses ini, perusahaan melakukan proses identifikasi terkait dengan klausul-klausul yang dipersyaratkan dalam perusahaan berdasarkan Standar ISO 9001 . Perusahaan harus memastikan adanya pemahaman yang kuat terkait dengan Standar ISO 9001.
Tahap Kedua, Proses menyusun Business Process
Penetapan business process dari organisasi juga menjadi bagian penting dari perusahaan. Bagaimana pola organisasi dengan penetapan pekerjaan yang ada di dalamnya dapat dijelaskan. Business process tersebut kemudian digabungkan dengan konsep PDCA yang terdapat dalam ISO 9001 dengan menggunakan prinsip kaidah perbaikan berkesinambungan.
Tahap Ketiga, Proses Pengembangan Prosedur
Adalah penting apabila prosedur-prosedur kerja yang disusun adalah mengembangkan konsep prosedural yang sistematis yang terkait dengan prosedur yang dipersyaratkan juga dalam ISO 9001. Pengembangan sistem menggunakan kaidah pendekatan proses dan dikembangkan dengan kebutuhan dari persyaratan klausul ISO 9001.
Tahap Keempat, Proses Pengembangan Elemen-elemen dokumentasi
Status pengembangan dari elemen-elemen dokumentasi adalah penting dengan memastikan struktural dokumen dijalankan sesuai dengan standar persyaratan. Adalah penting bagi organisasi untuk dapat mengoptimalkan sistem yang terbentuk dengan mengembangkan level dokumen ke dalam bentuk sistem operasional instruksi kerja, sistem pencatatan (form) serta sistem prosedur antar departemen.
SOP dapat didesain untuk mendukung sistem operasional perusahaan dengan memastikan adanya konsep hubungan dengan Sistem ISO 9001, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengembangkan sistem operasional. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Lalu bagaimana langkah melakukan proses penyusunan SOP yang berkaidah ISO 9001.
Tahap Pertama, Proses mengidentifikasi Standar ISO 9001
Dalam tahapan proses ini, perusahaan melakukan proses identifikasi terkait dengan klausul-klausul yang dipersyaratkan dalam perusahaan berdasarkan Standar ISO 9001 . Perusahaan harus memastikan adanya pemahaman yang kuat terkait dengan Standar ISO 9001.
Tahap Kedua, Proses menyusun Business Process
Penetapan business process dari organisasi juga menjadi bagian penting dari perusahaan. Bagaimana pola organisasi dengan penetapan pekerjaan yang ada di dalamnya dapat dijelaskan. Business process tersebut kemudian digabungkan dengan konsep PDCA yang terdapat dalam ISO 9001 dengan menggunakan prinsip kaidah perbaikan berkesinambungan.
Tahap Ketiga, Proses Pengembangan Prosedur
Adalah penting apabila prosedur-prosedur kerja yang disusun adalah mengembangkan konsep prosedural yang sistematis yang terkait dengan prosedur yang dipersyaratkan juga dalam ISO 9001. Pengembangan sistem menggunakan kaidah pendekatan proses dan dikembangkan dengan kebutuhan dari persyaratan klausul ISO 9001.
Tahap Keempat, Proses Pengembangan Elemen-elemen dokumentasi
Status pengembangan dari elemen-elemen dokumentasi adalah penting dengan memastikan struktural dokumen dijalankan sesuai dengan standar persyaratan. Adalah penting bagi organisasi untuk dapat mengoptimalkan sistem yang terbentuk dengan mengembangkan level dokumen ke dalam bentuk sistem operasional instruksi kerja, sistem pencatatan (form) serta sistem prosedur antar departemen.
SOP dapat didesain untuk mendukung sistem operasional perusahaan dengan memastikan adanya konsep hubungan dengan Sistem ISO 9001, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengembangkan sistem operasional. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Label:
ISO Consultant,
Konsultan ISO 14001,
Konsultan ISO 9001,
Konsultan SOP,
KonsultanSOP,
Set Up SOP,
SetupSOP,
SOP,
SOP Consultant,
SOP Consulting,
SOPConsultant
Minggu, 29 Juni 2014
Pelatihan SOP Manajemen Retail
Bisnis retail adalah bisnis yang bersifat sangat dinamis. Namun
meskipun bersifat dinamis, adalah penting untuk melihat adanya suatu
sistem standarisasi yang kuat untuk menjadi bagian dasar dari proses
operasional yang dijalankan.
Pelatihan dua hari ini akan memberikan manfaat yaitu:
(a) Memberikan ilmu dasar manajemen retail
(b) Tata cara proses penyusunan business process
(c) Tata cara proses pembuatan kebijakan/ pedoman bisnis
(d) Tata cara proses pembuatan prosedur, instruksi kerja dan form/ catatan kerja
(e) Workshop proses penulisan SOP
Diharapkan dengan mengikuti pelatihan ini, perusahaan retail dapat mengembangkan perusahaan menjadi lebih baik dan optimal. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan usaha retail Anda berkembang secara maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Pelatihan dua hari ini akan memberikan manfaat yaitu:
(a) Memberikan ilmu dasar manajemen retail
(b) Tata cara proses penyusunan business process
(c) Tata cara proses pembuatan kebijakan/ pedoman bisnis
(d) Tata cara proses pembuatan prosedur, instruksi kerja dan form/ catatan kerja
(e) Workshop proses penulisan SOP
Diharapkan dengan mengikuti pelatihan ini, perusahaan retail dapat mengembangkan perusahaan menjadi lebih baik dan optimal. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan usaha retail Anda berkembang secara maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Sabtu, 28 Juni 2014
Standard Operating Procedure Sebagai Pengendali Resiko dari Bisnis
Bagaimana proses penetapan dan aplikasi yang terkait dengan SOP dijalankan untuk melakukan proses pengendalian terkait dengan resiko usaha/ bisnis yang dijalankan dalam perusahaan? Ketika melakukan proses penyusunan SOP, tidak hanya untuk melakukan proses pengendalian terkait dengan proses operasional internal, SOP itu sendiri juga dapat digunakan untuk memastikan adanya proses pengendalian resiko yang dijalankan dalam perusahaan.
Dimana proses pengendalian yang dijalankan dalam SOP adalah untuk memastikan bagaimana suatu tahapan proses dipastikan untuk dapat melakukan pengendalian untuk meminimalkan resiko dari suatu pekerjaan/ operasional yang ada dalam perusahaan. SOP yang efektif dapat dijalankan untuk mengendalian terhadap potensi resiko yang muncul.
Lalu bagaimana tahapan menyusun SOP yang dapat meminimalkan resiko tersebut?
Langkah pertama, mengidentifikasi resiko yang muncul
Bagaimana SOP tersebut dapat dijalankan untuk mengurangi tingkat/ efek resiko yang muncul dalam proses. Dimana konsep serta pemahaman tersebut harus dapat dipastikan terkendali sesuai dengan hasil identifikasi.
Langkah Kedua, penetapan langkah-langkah dalam meminimalkan resiko
Perusahaan kemudian melakukan proses penetapan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalkan resiko yang muncul tersebut. Adapun langkah yang ditetapkan tersebut harus dapat dipastikan untuk mengelola standar resiko yang dipersyaratkan.
Langkah Ketiga, menetapkan tanggung jawab untuk pengendali resiko
Perusahaan harus memastikan adanya proses penetapan tanggung jawab yang dapat dilakukan untuk mengendalikan resiko yang muncul. Bagaimana personel yang mengemban tanggung jawab tersebut memahami peranan dan tanggung jawab yang telah dipersyaratkan tersebut.
Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan proses pengembangan SOP dalam perusahaan. SOP yang tepat dan efektif dapat meminimalkan resiko bisnis Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Dimana proses pengendalian yang dijalankan dalam SOP adalah untuk memastikan bagaimana suatu tahapan proses dipastikan untuk dapat melakukan pengendalian untuk meminimalkan resiko dari suatu pekerjaan/ operasional yang ada dalam perusahaan. SOP yang efektif dapat dijalankan untuk mengendalian terhadap potensi resiko yang muncul.
Lalu bagaimana tahapan menyusun SOP yang dapat meminimalkan resiko tersebut?
Langkah pertama, mengidentifikasi resiko yang muncul
Bagaimana SOP tersebut dapat dijalankan untuk mengurangi tingkat/ efek resiko yang muncul dalam proses. Dimana konsep serta pemahaman tersebut harus dapat dipastikan terkendali sesuai dengan hasil identifikasi.
Langkah Kedua, penetapan langkah-langkah dalam meminimalkan resiko
Perusahaan kemudian melakukan proses penetapan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalkan resiko yang muncul tersebut. Adapun langkah yang ditetapkan tersebut harus dapat dipastikan untuk mengelola standar resiko yang dipersyaratkan.
Langkah Ketiga, menetapkan tanggung jawab untuk pengendali resiko
Perusahaan harus memastikan adanya proses penetapan tanggung jawab yang dapat dilakukan untuk mengendalikan resiko yang muncul. Bagaimana personel yang mengemban tanggung jawab tersebut memahami peranan dan tanggung jawab yang telah dipersyaratkan tersebut.
Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan proses pengembangan SOP dalam perusahaan. SOP yang tepat dan efektif dapat meminimalkan resiko bisnis Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Selasa, 24 Juni 2014
Merumuskan Sistem Franchise yang Efektif
Salah satu tantangan terbesar dari perusahaan retail adalah kemampuan perusahaan untuk dapat berkembang dengan pemenuhan status partner dalam bentuk sistem franchise. Banyak perusahaan yang ketika membangun sistem francshise bukan menghasilkan suatu dampak positif, namun justru menyebabkan kemunduran dari usaha.
Untuk mendapatkan hasil yang sangat positif, perusahaan harus mempertimbangkan langkah-langkah berikut ketika melakukan proses pengembangan sistem franchise yang ditetapkan dalam perusahaan.
(1) Menyusun Standard Operating Procedure
Kelebihan dari suatu sistem franchise yang kuat adalah memastikan bahwa seluruh sistem dari setiap cabang yang ada sesuai dan sama dengan standar. Produk harus memiliki kualitas dan pelayanan yang sama.
(2) Program Pelatihan & Rekruitmen
Pengembangan program pelatihan & rekruitmen harus dipastikan tersentralistik. Salah satu keunggulan kompetitif dari usaha retail dengan sistem franchise adalah bagaimana memiliki karyawan yang kompeten dalam penyajian kualitas produk. Selain itu pengetahuan sumber daya manusia atas pengetahuan produk juga menjadi bagian penting dari proses pelayanan itu sendiri.
(3) Penampilan fisik outlet
Pengembangan sistem visual merchandise yang tepat dan efektif dapat menarik pelanggan. Pengaruh dari warna outlet serta tata cara penempatan produk juga bisa memberikan efek positif bagi pelanggan. Satu hal yang paling menarik adalah memastikan bahwa manajemen kebersihan dari outlet tersebut terjaga.
Mengembangkan sistem franchise adalah tantangan, namun bukan berarti tidak bisa dijalankan. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan sistem franchise di perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Untuk mendapatkan hasil yang sangat positif, perusahaan harus mempertimbangkan langkah-langkah berikut ketika melakukan proses pengembangan sistem franchise yang ditetapkan dalam perusahaan.
(1) Menyusun Standard Operating Procedure
Kelebihan dari suatu sistem franchise yang kuat adalah memastikan bahwa seluruh sistem dari setiap cabang yang ada sesuai dan sama dengan standar. Produk harus memiliki kualitas dan pelayanan yang sama.
(2) Program Pelatihan & Rekruitmen
Pengembangan program pelatihan & rekruitmen harus dipastikan tersentralistik. Salah satu keunggulan kompetitif dari usaha retail dengan sistem franchise adalah bagaimana memiliki karyawan yang kompeten dalam penyajian kualitas produk. Selain itu pengetahuan sumber daya manusia atas pengetahuan produk juga menjadi bagian penting dari proses pelayanan itu sendiri.
(3) Penampilan fisik outlet
Pengembangan sistem visual merchandise yang tepat dan efektif dapat menarik pelanggan. Pengaruh dari warna outlet serta tata cara penempatan produk juga bisa memberikan efek positif bagi pelanggan. Satu hal yang paling menarik adalah memastikan bahwa manajemen kebersihan dari outlet tersebut terjaga.
Mengembangkan sistem franchise adalah tantangan, namun bukan berarti tidak bisa dijalankan. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan sistem franchise di perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Senin, 23 Juni 2014
Perumusan SOP Keamanan
Bagi perusahaan penyedia jasa keamanan, adalah sangat kritikal dapat menyusun SOP yang tepat dan efektif dalam sistem operasional keamanan yang akan diberikan kepada penyedia jasa tersebut kepada pelanggan. Namun, dalam melakukan proses penyusunan SOP akan menjadi bagian sangat penting bagi perusahaan untuk mengikuti langkah-langkah dan teknik yang tepat.
Berikut adalah langkah proses penyusunan SOP yang dapat dijalankan oleh perusahaan jasa keamanan.
(1) Proses risk assessment
Ada baiknya, sebelum SOP disusun, tim melakukan proses penilaian terlebih dahulu pada area kerja yang menjadi titik dan ruang lingkung keamanan. Adanya proses pendefinisian untuk dapat menetapkan kriteria resiko pada titik tersebut adalah hal penting, misalnya termasuk ke dalam kategori apa dalam resiko tersebut.
(2) Fungsi SOP Sebagai Pengendali
Susun/ desain SOP pada titik yang dimaksud sebagai bagian pengendalian dari pencegahan resiko yang muncul tersebut. Usahakan resiko yang muncul tersebut dapat ditangani dalam kegiatan yang ada dalam SOP tersebut.
(3) Desain SOP
Susun SOP dan rancang format pencatatan yang digunakan untuk mengukur evaluasi dan kinerja dari SOP yang dimaksud. Pastikan setiap tahapan dari pengendalian resiko tercatat.
Demikianlah tahapan perumusan SOP yang dapat dijalankan pada perusahaan jasa keamanan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan penyusunan SOP dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Berikut adalah langkah proses penyusunan SOP yang dapat dijalankan oleh perusahaan jasa keamanan.
(1) Proses risk assessment
Ada baiknya, sebelum SOP disusun, tim melakukan proses penilaian terlebih dahulu pada area kerja yang menjadi titik dan ruang lingkung keamanan. Adanya proses pendefinisian untuk dapat menetapkan kriteria resiko pada titik tersebut adalah hal penting, misalnya termasuk ke dalam kategori apa dalam resiko tersebut.
(2) Fungsi SOP Sebagai Pengendali
Susun/ desain SOP pada titik yang dimaksud sebagai bagian pengendalian dari pencegahan resiko yang muncul tersebut. Usahakan resiko yang muncul tersebut dapat ditangani dalam kegiatan yang ada dalam SOP tersebut.
(3) Desain SOP
Susun SOP dan rancang format pencatatan yang digunakan untuk mengukur evaluasi dan kinerja dari SOP yang dimaksud. Pastikan setiap tahapan dari pengendalian resiko tercatat.
Demikianlah tahapan perumusan SOP yang dapat dijalankan pada perusahaan jasa keamanan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan penyusunan SOP dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Senin, 02 Juni 2014
5 Hal Penting dalam Menjalankan Usaha Retail
Apakah saat ini, perusahaan Anda bergerak dalam bidang usaha retail? Atau mungkin saat ini Anda tertarik untuk menggelutui bidang retail? Sebelum Anda memulai semuanya, adalah sangat penting untuk memahami dulu jawaban 5 pertanyaan terbesar dalam Mengembangkan Manajemen Retail dalam perusahaan.
Pertanyaan Pertama, Konsep Produk
Saat ini, bisnis usaha retail adalah sangat menggiurkan. Banyak sekali pemain yang melihat bahwa bisnis retail adalah bisnis yang menggiurkan. Namun banyak yang melupakan bahwa salah satu permasalahan terbesar yang sering dilupakan oleh pengelola retail adalah konsep produk yang akan dikembangkan. Keunikan dari produk yang akan dikembangkan dari retail akan menjadi nilai jual usaha Anda. Produk juga harus dianalisis selling cycle untuk melakukan analisis terhadap stock yang dimiliki.
Pertanyaan Kedua, Budget usaha
Berapa modal yang Anda miliki saat akan memulai dan bagaimana Anda mengelola budget tersebut. Adalah sangat penting bagi perusahaan untuk melakukan perhitungan secara seksama mengingat bahwa pemahaman terhadap budget ini sangat penting untuk melihat kekuakuatn kompetitif dari usaha retail yang akan dijalani.
Pertanyaan Ketiga, Sistem Operational
Hal yang terpenting dari suatu usaha retail adalah menetapkan sistem. Sistem harus dipastikan dimiliki untuk mengendalikan operasional retail sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan. Personel yang terkait dengan operational retail harus dipastikan mendapatkan program pelatihan yang sesuai dengan standar yang telah dipersyaratkan.
Pertanyaan keempat, Sumber Daya Manusia yang dimiliki
Pelayanan yang optimal adalah nilai penting yang dipahami oleh perusahaan untuk dapat memastikan usaha kita lebih unggul dibandingkan dengan usaha kompetitor lainnya. Kekuatan SDM untuk menginterpretasikan keinginan dari konsumen adalah nilai yang sangat penting. SDM yang dimiliki oleh usaha retail juga harus memposisikan dirinya adalah produk layanan terhadap produk itu sendiri.
Pertanyaan kelima, Promosi dan Branding
Hal yang sangat penting untuk menarik minat radius dari konsumen Anda. Promosi dan branding yang tepat dapat memaksimalkan jasa retail Anda. Pengembangan promosi dapat menjadi strategi penting untuk meningkatkan faktor loyalitas konsumen kepada usaha retail Anda. Siklus pembentukan loyalitas membutuhkan kerja keras dan modal yang cukup besar, adalah sangat penting apabila Anda mengoptimalkan kegiatan ini secara maksimal.
Program pelatihan manajemen retail dapat menjadi solusi dari pemahaman retail yang insentif , lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan usaha retail Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Pertanyaan Pertama, Konsep Produk
Saat ini, bisnis usaha retail adalah sangat menggiurkan. Banyak sekali pemain yang melihat bahwa bisnis retail adalah bisnis yang menggiurkan. Namun banyak yang melupakan bahwa salah satu permasalahan terbesar yang sering dilupakan oleh pengelola retail adalah konsep produk yang akan dikembangkan. Keunikan dari produk yang akan dikembangkan dari retail akan menjadi nilai jual usaha Anda. Produk juga harus dianalisis selling cycle untuk melakukan analisis terhadap stock yang dimiliki.
Pertanyaan Kedua, Budget usaha
Berapa modal yang Anda miliki saat akan memulai dan bagaimana Anda mengelola budget tersebut. Adalah sangat penting bagi perusahaan untuk melakukan perhitungan secara seksama mengingat bahwa pemahaman terhadap budget ini sangat penting untuk melihat kekuakuatn kompetitif dari usaha retail yang akan dijalani.
Pertanyaan Ketiga, Sistem Operational
Hal yang terpenting dari suatu usaha retail adalah menetapkan sistem. Sistem harus dipastikan dimiliki untuk mengendalikan operasional retail sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan. Personel yang terkait dengan operational retail harus dipastikan mendapatkan program pelatihan yang sesuai dengan standar yang telah dipersyaratkan.
Pertanyaan keempat, Sumber Daya Manusia yang dimiliki
Pelayanan yang optimal adalah nilai penting yang dipahami oleh perusahaan untuk dapat memastikan usaha kita lebih unggul dibandingkan dengan usaha kompetitor lainnya. Kekuatan SDM untuk menginterpretasikan keinginan dari konsumen adalah nilai yang sangat penting. SDM yang dimiliki oleh usaha retail juga harus memposisikan dirinya adalah produk layanan terhadap produk itu sendiri.
Pertanyaan kelima, Promosi dan Branding
Hal yang sangat penting untuk menarik minat radius dari konsumen Anda. Promosi dan branding yang tepat dapat memaksimalkan jasa retail Anda. Pengembangan promosi dapat menjadi strategi penting untuk meningkatkan faktor loyalitas konsumen kepada usaha retail Anda. Siklus pembentukan loyalitas membutuhkan kerja keras dan modal yang cukup besar, adalah sangat penting apabila Anda mengoptimalkan kegiatan ini secara maksimal.
Program pelatihan manajemen retail dapat menjadi solusi dari pemahaman retail yang insentif , lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan usaha retail Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Sabtu, 31 Mei 2014
Training Penyusunan SOP pada Usaha Food Service
Apakah perusahaan Anda adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa food service, seperti katering, retail makanan, dan restauran. Seberapa besar ataupun kecilnya usaha Anda, adalah sangat penting untuk menyusun sistem sebagai panduan cara kerja dan pengelolaan yang efektif dalam perusahaan.
Lalu, apa manfaat yang dapat dimiliki oleh perusahaan dengan memastikan adanya SOP tersebut.
Manfaat pertama, perusahaan memiliki sistem yang tepat dalam merencanakan menu dan material dari menu yang ada.
Manfaat kedua, perusahaan dapat memiliki sistem terhadap proses operasional pelaksanaan persiapan produksi, pengaturan rencana produksi, pengendalian produksi maupun bagaimana menyajikan produk tersebut kepada pelanggan.
Manfaat ketiga, perusahaan dapat memiliki sistem yang tepat untuk dapat mengendalikan biaya operasional.
Manfaat keempat, perusahaan dapat mengembangkan sistem pemasaran yang tepat untuk dapat menjual produk.
Manfaat kelima, tentunya perusahaan mendapatkan pemahaman yang tepat dalam memastikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dijalankan dalam perusahaan.
Program pelatihan didesain untuk dua (2) hari pelatihan dengan kerangka adalah sebagai berikut:
Hari Pertama: Pemahaman SOP
(1) Penyusunan kajian organisasi dan struktur
(2) Proses pembahasan terhadap penyusunan peta proses
(3) Proses penyusunan job description
(4) proses pemahaman konsep-konsep penyusunan SOP
Hari Kedua: Workshop
(1) Proses perumusan SOP
(2) Pemahaman Alir Proses dalam Suatu Organisasi
(3) Membuat Sistem Pengukuran dalam SOP
Bagaimana konsep dan strategi sistem yang ada dalam perusahaan Anda. Mulailah untuk menjalankan program SOP untuk dapat memastikan bahwa sistem dapat dijalankan dengan baik dan efektif dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Lalu, apa manfaat yang dapat dimiliki oleh perusahaan dengan memastikan adanya SOP tersebut.
Manfaat pertama, perusahaan memiliki sistem yang tepat dalam merencanakan menu dan material dari menu yang ada.
Manfaat kedua, perusahaan dapat memiliki sistem terhadap proses operasional pelaksanaan persiapan produksi, pengaturan rencana produksi, pengendalian produksi maupun bagaimana menyajikan produk tersebut kepada pelanggan.
Manfaat ketiga, perusahaan dapat memiliki sistem yang tepat untuk dapat mengendalikan biaya operasional.
Manfaat keempat, perusahaan dapat mengembangkan sistem pemasaran yang tepat untuk dapat menjual produk.
Manfaat kelima, tentunya perusahaan mendapatkan pemahaman yang tepat dalam memastikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dijalankan dalam perusahaan.
Program pelatihan didesain untuk dua (2) hari pelatihan dengan kerangka adalah sebagai berikut:
Hari Pertama: Pemahaman SOP
(1) Penyusunan kajian organisasi dan struktur
(2) Proses pembahasan terhadap penyusunan peta proses
(3) Proses penyusunan job description
(4) proses pemahaman konsep-konsep penyusunan SOP
Hari Kedua: Workshop
(1) Proses perumusan SOP
(2) Pemahaman Alir Proses dalam Suatu Organisasi
(3) Membuat Sistem Pengukuran dalam SOP
Bagaimana konsep dan strategi sistem yang ada dalam perusahaan Anda. Mulailah untuk menjalankan program SOP untuk dapat memastikan bahwa sistem dapat dijalankan dengan baik dan efektif dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Label:
Audit SDM,
HR Training,
jasa pembuat SOP,
Konsultan SOP,
KonsultanSOP,
Pelatihan Manajemen,
Set Up SOP,
SetupSOP,
SOP,
SOP Consultant
Senin, 26 Mei 2014
Mendesain SOP Kontraktor
Dalam perusahaan yang bergerak di bidang manajemen proyek dan konstruksi, melakukan proses penyusunan SOP (Standard Operating Procedure) adalah suatu penetapan sistem yang tidak dapat dipisahkan dalam memastikan bahwa manajemen operasional dijalankan sesuai dengan standar persyaratan. Bagaimana pun juga, sistem harus dipastikan tersedia untuk menjamin SOP tersedia dan dapat terkendali dan sesuai dengan sistem. Lalu bagaimana tahapan yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk dapat melakukan proses penyusunan SOP?
Tahap Pertama: mendesain organisasi
Tahapan mendesain organisasi adalah hal yang penting dalam perusahaan. Dimana organisasi harus memastikan terdesain berdasarkan konsep produk yang akan dijual, biaya operasional serta besar atau tidaknya proyek yang dijalankan. Beberapa perusahaan kontraktor lebih memfokuskan manajemen operasional kontraktor sebagai bagian dalam core business namun ada yang lebih melihat manajemen anggaran dan sdm (sumber daya manusia) sebagai core business.
Tahap Kedua: Melakukan penyusunan Peta Proses
Dalam tahapan ini, perusahaan melakukan pemetapan tahapan proses baik yang termuat sebagai core business maupun termasuk ke dalam support process. Lakukan penyusunan peta proses secara mendetail pada tahapan proses yang dimaksudkan tersebut untuk kemudian diproses pengelolaan prosesnya dalam bentuk SOP (Standard Operating Procedure)
Tahap Ketiga: Melakukan proses penyusunan SOP (Standard Operating Procedure)
Hal yang sangat perlu untuk dipertimbangkan dalam melaksanakan program SOP adalah memastikan bahwa pola desain SOP dikembangkan mulai dari proses perencanaan proyek, proses pemantauan dan evaluasi proyek. Dimana peranan project control juga harus menjadi pertimbangan utama dalam proyek yang dijalankan tersebut.
Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mendesain SOP di perusahaan Anda. Pastikan penyusunan dan evaluasi dijalankan sesuai dengan program yang telah ditetapkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Tahap Pertama: mendesain organisasi
Tahapan mendesain organisasi adalah hal yang penting dalam perusahaan. Dimana organisasi harus memastikan terdesain berdasarkan konsep produk yang akan dijual, biaya operasional serta besar atau tidaknya proyek yang dijalankan. Beberapa perusahaan kontraktor lebih memfokuskan manajemen operasional kontraktor sebagai bagian dalam core business namun ada yang lebih melihat manajemen anggaran dan sdm (sumber daya manusia) sebagai core business.
Tahap Kedua: Melakukan penyusunan Peta Proses
Dalam tahapan ini, perusahaan melakukan pemetapan tahapan proses baik yang termuat sebagai core business maupun termasuk ke dalam support process. Lakukan penyusunan peta proses secara mendetail pada tahapan proses yang dimaksudkan tersebut untuk kemudian diproses pengelolaan prosesnya dalam bentuk SOP (Standard Operating Procedure)
Tahap Ketiga: Melakukan proses penyusunan SOP (Standard Operating Procedure)
Hal yang sangat perlu untuk dipertimbangkan dalam melaksanakan program SOP adalah memastikan bahwa pola desain SOP dikembangkan mulai dari proses perencanaan proyek, proses pemantauan dan evaluasi proyek. Dimana peranan project control juga harus menjadi pertimbangan utama dalam proyek yang dijalankan tersebut.
Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mendesain SOP di perusahaan Anda. Pastikan penyusunan dan evaluasi dijalankan sesuai dengan program yang telah ditetapkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Selasa, 15 April 2014
Penanganan Strategis SDM dalam Penyusunan Sistem
Bagaimana menjalankan suatu sistem agar terimplementasi secara tepat dan efektif dalam perusahaan? Terdapat beberapa cara yang sudah dijalankan dalam perusahaan Anda, namun ternyata secara efektif tidak dapat dikembangkan dalam internal perusahaan.
Beberapa penyebab yang dapat menimbulkan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan implementasi sistem yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, setelah dilakukan analisis adalah disebabkan oleh ketidaksesuaian yang muncul pada kompetensi sumber daya manusia.
Aspek SDM inilah yang memberikan efek terpenting yang dapat menyebabkan mengapa sistem tidak dijalankan. Lalu bagaimana strategi yang tepat untuk memastikan bahwa sumber daya manusia dapat mendukung Standard Operating Procedure.
(1) Lakukan proses assessment pada karyawan
Hal yang terpenting untuk dilakukan adalah dengan menjalankan kegiatan assessment terhadap kapasitas karyawan. Bagaimanapun juga, sistem yang akan diterapkan sangat tergantung kepada kapasitas sumber daya manusia dalam organisasi yang dimaksud. Adalah sangat kritikal bagi perusahaan untuk dapat mengidentifikasi terkait dengan kapasitas kompetensi karyawan dalam organisasi ketika melakukan proses start up dalam pembuatan sistem.
(2) Program perhitungan beban kerja
Beban kerja menjadi bagian penting yang harus diidentifikasi untuk memastikan proses penanganan terhadap sistem yang diaplikasikan. Penetapan alokasi tanggung jawab dan jabatan dalam penetapan pekerjaan tersebut menjadi penting untuk dijalankan dalam proses operasional pekerjaan.
Alokasi penetapan sistem harus dipastikan teralokasi sesuai dengan ruang lingkup tanggung jawab yang dipersyaratkan.
(3) Program Pelatihan Karyawan
Mengembangkan kompetensi karyawan adalah penting untuk memastikan bahwa karyawan memiliki kemampuan yang memadai dalam menjalankan sistem. Pengetahuan, keterampilan dan pengalaman adalah menjadi bagian penting dalam program pelatihan agar dapat dipastikan bahwa sistem dapat dijalankan. Karyawan adalah motor terpenting untuk memastikan sistem dijalankan.
Bagaimana pengembangan sistem di dalam perusahaan Anda, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk menjalankan sistem dalam perusahaan Anda (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Beberapa penyebab yang dapat menimbulkan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan implementasi sistem yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, setelah dilakukan analisis adalah disebabkan oleh ketidaksesuaian yang muncul pada kompetensi sumber daya manusia.
Aspek SDM inilah yang memberikan efek terpenting yang dapat menyebabkan mengapa sistem tidak dijalankan. Lalu bagaimana strategi yang tepat untuk memastikan bahwa sumber daya manusia dapat mendukung Standard Operating Procedure.
(1) Lakukan proses assessment pada karyawan
Hal yang terpenting untuk dilakukan adalah dengan menjalankan kegiatan assessment terhadap kapasitas karyawan. Bagaimanapun juga, sistem yang akan diterapkan sangat tergantung kepada kapasitas sumber daya manusia dalam organisasi yang dimaksud. Adalah sangat kritikal bagi perusahaan untuk dapat mengidentifikasi terkait dengan kapasitas kompetensi karyawan dalam organisasi ketika melakukan proses start up dalam pembuatan sistem.
(2) Program perhitungan beban kerja
Beban kerja menjadi bagian penting yang harus diidentifikasi untuk memastikan proses penanganan terhadap sistem yang diaplikasikan. Penetapan alokasi tanggung jawab dan jabatan dalam penetapan pekerjaan tersebut menjadi penting untuk dijalankan dalam proses operasional pekerjaan.
Alokasi penetapan sistem harus dipastikan teralokasi sesuai dengan ruang lingkup tanggung jawab yang dipersyaratkan.
(3) Program Pelatihan Karyawan
Mengembangkan kompetensi karyawan adalah penting untuk memastikan bahwa karyawan memiliki kemampuan yang memadai dalam menjalankan sistem. Pengetahuan, keterampilan dan pengalaman adalah menjadi bagian penting dalam program pelatihan agar dapat dipastikan bahwa sistem dapat dijalankan. Karyawan adalah motor terpenting untuk memastikan sistem dijalankan.
Bagaimana pengembangan sistem di dalam perusahaan Anda, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk menjalankan sistem dalam perusahaan Anda (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Minggu, 06 April 2014
Strategi dalam Menyusun SOP dalam Manufacturing
Dalam sebuah industri, adalah suatu hal yang penting untuk dapat
mendesain perencanaan yang tepat. Bagaimana suatu perencanaan dalam
industri adalah menjadi nilai strategis yang penting untuk meningkatkan
nilai efisiensi dalam dunia industri.
Konsep Supply Chain Management adalah suatu konsep yang melihat sistem secara kesatuan utuh yang dapat dijalankan dengan format dan struktur terencana. Adalah menjadi hal yang sangat penting, dalam melakukan proses penyusunan terhadap sistem Standard Operating Procedure yang terkait dengan industri.
Bagaimana pola penyusunan SOP yang terkait dengan manajemen supply chain yang tepat ketika menjalankan program penetapan SOP pada bidang industri.
Langkah Pertama: Menetapkan Sistem Inventory
Sistem inventory adalah indikator pengendali yang dapat digunakan untuk memastikan bahwa sistem operasional dijalankan secara tepat. Ketidakakuratan dalam suatu pendataan inventory akan menyulitkan tahapan proses evaluasi dalam sistem manajemen operasional yang dijalankan.
Langkah Kedua: Melakukan proses perhitungan konsumsi material
Penetapan nilai konsumsi material dijalankan dengan melalui tahapan penyusunan Bill of Material. Dimana dalam tahapan ini, industri diminta untuk dapat menghitung proporsional terkait dengan neraca material operasional produksi.
Langkah Ketiga: Melakukan proses penyusunan sistem pembelian
Pembelian bukanlah hanya sekedar membeli, namun juga digunakan sebagai langkah strategis untuk pemastian perencanaan proses operasional yang dijalankan di dalam perusahaan.
Penetapan desain supply chain management adalah langkah penting yang digunakan untuk mengoptimalisasi penyusunan Standard Operating Procedure dalam perusahaan Anda. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan penetapan Standard Operating Procedure dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Konsep Supply Chain Management adalah suatu konsep yang melihat sistem secara kesatuan utuh yang dapat dijalankan dengan format dan struktur terencana. Adalah menjadi hal yang sangat penting, dalam melakukan proses penyusunan terhadap sistem Standard Operating Procedure yang terkait dengan industri.
Bagaimana pola penyusunan SOP yang terkait dengan manajemen supply chain yang tepat ketika menjalankan program penetapan SOP pada bidang industri.
Langkah Pertama: Menetapkan Sistem Inventory
Sistem inventory adalah indikator pengendali yang dapat digunakan untuk memastikan bahwa sistem operasional dijalankan secara tepat. Ketidakakuratan dalam suatu pendataan inventory akan menyulitkan tahapan proses evaluasi dalam sistem manajemen operasional yang dijalankan.
Langkah Kedua: Melakukan proses perhitungan konsumsi material
Penetapan nilai konsumsi material dijalankan dengan melalui tahapan penyusunan Bill of Material. Dimana dalam tahapan ini, industri diminta untuk dapat menghitung proporsional terkait dengan neraca material operasional produksi.
Langkah Ketiga: Melakukan proses penyusunan sistem pembelian
Pembelian bukanlah hanya sekedar membeli, namun juga digunakan sebagai langkah strategis untuk pemastian perencanaan proses operasional yang dijalankan di dalam perusahaan.
Penetapan desain supply chain management adalah langkah penting yang digunakan untuk mengoptimalisasi penyusunan Standard Operating Procedure dalam perusahaan Anda. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan penetapan Standard Operating Procedure dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Label:
jasa pembuat SOP,
Konsultan Manajemen,
Konsultan SOP,
Pelatihan Manajemen,
Set Up SOP,
SetupSOP,
SOP,
SOP Consultant,
SOP Consulting,
SOPConsultant
Senin, 13 Januari 2014
Tahapan Pengelolaan Sistem Outsource
Dalam era persaingan bisnis yang sangat ketat dan tingginya biaya operasional membuat banyak perusahaan memiliki resiko kehilangan nilai kompetisinya. Bagaimana memperbaiki nilai kompetisi yang dimaksudkan tersebut sehingga aspek kinerja dan biaya sumber daya manusia masih dalam perhitungan perusahaan.
Alternatif untuk membangung sistem manajemen outsourcing pada beberapa tahapan operasional adalah hal yang sangat menarik untuk dijadikan penetapan solusi atau strategi implementasi dalam perusahaan. Untuk mengefektifkan dan mensinergikan sistem outsourcing, terdapat beberapa tahapan yang harus menjadi perhatian bagi perusahaan.
(1) Pemetaan proses
Perusahaan sebaiknya menjalankan pemetaan proses terlebih dahulu untuk melakukan pemisahan antara core process dan support process. Harus dilakukan suatu identifikasi nilai produk terpenting bagi perusahaan. Nilai produk terpenting inilah nanti yang dapat teridentifikasi kaitannya dengan aspek core process dan support process. Penetapan fungsi outsource sebaiknya dihindari pada elemen core process, terkecuali adanya jaminan kompetensi dari pemasok outsource tersebut.
(2) Proses Seleksi dan Evaluasi Fungsi Outsource
Pastikan pemasok tenaga kerja outsource adalah perusahaan resmi dan memiliki sistem manajemen yang baik, seperti berlisensi ISO 9001 atau memiliki sertifikasi keahlian yang dipersyaratkan. Tidak ada salahnya bagi perusahaan untuk mengembangkan fungsi audit dalam memastikan manajemen perundangan sumber daya manusia dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan.
Perusahaan pemasok juga dipastikan memberikan pelatihan yang sesuai sehingga aspek fungsi personel dalam sistem outsourcing sesuai dengan fungsi outsourcing yang dipersyaratkan.
(3) Proses penilaian fungsi outsource
Pastikan bahwa fungsi outsource yang ada mendapatkan evaluasi dan penilaian untuk dapat memastikan bahwa performa kualitas pekerjaan sesuai dengan standar persyaratan serta target kerja sesuai dengan budget yang telah diteapkan.
Lakukan proses pengembangan fungsi sumber daya manusia secara optimal dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Alternatif untuk membangung sistem manajemen outsourcing pada beberapa tahapan operasional adalah hal yang sangat menarik untuk dijadikan penetapan solusi atau strategi implementasi dalam perusahaan. Untuk mengefektifkan dan mensinergikan sistem outsourcing, terdapat beberapa tahapan yang harus menjadi perhatian bagi perusahaan.
(1) Pemetaan proses
Perusahaan sebaiknya menjalankan pemetaan proses terlebih dahulu untuk melakukan pemisahan antara core process dan support process. Harus dilakukan suatu identifikasi nilai produk terpenting bagi perusahaan. Nilai produk terpenting inilah nanti yang dapat teridentifikasi kaitannya dengan aspek core process dan support process. Penetapan fungsi outsource sebaiknya dihindari pada elemen core process, terkecuali adanya jaminan kompetensi dari pemasok outsource tersebut.
(2) Proses Seleksi dan Evaluasi Fungsi Outsource
Pastikan pemasok tenaga kerja outsource adalah perusahaan resmi dan memiliki sistem manajemen yang baik, seperti berlisensi ISO 9001 atau memiliki sertifikasi keahlian yang dipersyaratkan. Tidak ada salahnya bagi perusahaan untuk mengembangkan fungsi audit dalam memastikan manajemen perundangan sumber daya manusia dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan.
Perusahaan pemasok juga dipastikan memberikan pelatihan yang sesuai sehingga aspek fungsi personel dalam sistem outsourcing sesuai dengan fungsi outsourcing yang dipersyaratkan.
(3) Proses penilaian fungsi outsource
Pastikan bahwa fungsi outsource yang ada mendapatkan evaluasi dan penilaian untuk dapat memastikan bahwa performa kualitas pekerjaan sesuai dengan standar persyaratan serta target kerja sesuai dengan budget yang telah diteapkan.
Lakukan proses pengembangan fungsi sumber daya manusia secara optimal dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Sabtu, 11 Januari 2014
Tahapan Strategi Pengembangan Manajemen Usaha
Dalam dunia pertumbuhan bisnis yang secara signifikan terus menerus maju dan perkembangan. Adalah menjadi suatu tantangan bagi pemilik perusahaan untuk melakukan proses strategi pengembangan perusahaan atau penambahan bisnis usaha secara terus menerus.
Pada saat inilah, fungsi pengembangan investasi sangat penting untuk mengoptimalkan dan mengembangkan fungsi strategis dari cost control untuk pengembangan investasi. Dalam proses pengembangan investasi, hal yang terpenting yang perlu untuk dijalankan dalam proses pengembangan usaha, adalah bagaimana strategi investasi tersebut tidak membawa kerugian kepada usaha yang dimiliki sebelumnya.
Beberapa strategi dapat dikembangkan untuk memastikan bahwa investasi pengembangan dapat dijalankan secara efektif, adalah sebagai berikut:
(1) Lakukan proses riset terhadap bisnis baru yang akan diinvestasikan
Pastikan ketika ingin melakukan suatu pengembangan usaha baru, proses riset telah dilakukan untuk memastikan bahwa unit usaha baru dapat menghasilkan keuntungan yang lebih maksimal sesuai dengan kekuatan dari bisnis utama untuk menopang.
(2) Kembangkan perencanaan bisnis yang tepat
Melakukan proses penyusunan perencanaan bisnis secara optimal, menjadi suatu bentuk langkah implementasi bisnis. Proses perhitungan dan evaluasi terhadap rencana bisnis menjadi suatu bentuk langkah strategis optimal yang dapat dikembangkan dalam memberdayakan usaha baru. Khususnya apabila pihak pengelola usaha adalah pemain baru terhadap bisnis baru tersebut.
(3) Melakukan proses pengembangan investasi strategis dari pengembangan usaha
Adalah menjadi suatu hal yang penting bahwa perusahaan harus secara terus menerus melihat bahwa manajemen investasi memiliki fungsi pengendali optimal untuk melihat bagaimana strategi pengembangan usaha tersebut dijalankan. Tahapan proses operasional dijalankan sebagai bagian penting untuk memastikan manajemen strategi yang tepat dan efisien.
Ingin mengembangkan usaha baru? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan pengembangan strategi usaha Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Pada saat inilah, fungsi pengembangan investasi sangat penting untuk mengoptimalkan dan mengembangkan fungsi strategis dari cost control untuk pengembangan investasi. Dalam proses pengembangan investasi, hal yang terpenting yang perlu untuk dijalankan dalam proses pengembangan usaha, adalah bagaimana strategi investasi tersebut tidak membawa kerugian kepada usaha yang dimiliki sebelumnya.
Beberapa strategi dapat dikembangkan untuk memastikan bahwa investasi pengembangan dapat dijalankan secara efektif, adalah sebagai berikut:
(1) Lakukan proses riset terhadap bisnis baru yang akan diinvestasikan
Pastikan ketika ingin melakukan suatu pengembangan usaha baru, proses riset telah dilakukan untuk memastikan bahwa unit usaha baru dapat menghasilkan keuntungan yang lebih maksimal sesuai dengan kekuatan dari bisnis utama untuk menopang.
(2) Kembangkan perencanaan bisnis yang tepat
Melakukan proses penyusunan perencanaan bisnis secara optimal, menjadi suatu bentuk langkah implementasi bisnis. Proses perhitungan dan evaluasi terhadap rencana bisnis menjadi suatu bentuk langkah strategis optimal yang dapat dikembangkan dalam memberdayakan usaha baru. Khususnya apabila pihak pengelola usaha adalah pemain baru terhadap bisnis baru tersebut.
(3) Melakukan proses pengembangan investasi strategis dari pengembangan usaha
Adalah menjadi suatu hal yang penting bahwa perusahaan harus secara terus menerus melihat bahwa manajemen investasi memiliki fungsi pengendali optimal untuk melihat bagaimana strategi pengembangan usaha tersebut dijalankan. Tahapan proses operasional dijalankan sebagai bagian penting untuk memastikan manajemen strategi yang tepat dan efisien.
Ingin mengembangkan usaha baru? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan pengembangan strategi usaha Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Senin, 06 Januari 2014
Strategi Pengendalian Dokumen dan Kearsipan dalam Perusahaan
Dalam perusahaan, adalah menjadi suatu hal yang penting untuk dapat mengelola pola komunikasi internal dan eksternal. Dimana dalam aplikasinya proses komunikasi akan diikuti dengan sistem administrasi yang tepat. Sistem administrasi ini sendiri, harus dapat memastikan bahwa organisasi menyampaikan pesan secara komunikatif dan efektif.
Di dalam perusahaan sendiri, terdapat dua jenis pola administrasi yang seringkali dijadikan pilihan dalam membentuk sistem.
(1) Pola dokumentasi sentralisasi
Dalam pola dokumen sentralisasi, setiap perusahaan memiliki pusat pengontrol dokumen, biasanya dalam bentuk unit kesekretariatan. Unit ini memiliki tanggung jawab untuk melakukan fungsi pengendalian dan penyimpnanan seluruh kearsipan. Setiap departemen yang terkait memiliki tanggung jawab untuk melakukan fungsi pelaporan dan penertiban kepada sekretariat umum.
(2) Pola dokumen non sentralisasi
Setiap departemen dapat menjalankan korespodensi surat menyurat secara bebas dengan batasan authorisasi yang ditetapkan. Dalam beberapa hal, sistem juga memastikan bahwa fungsi kearsipan dijalankan per masing-masing bagian dengan sistem pengendalian. Harus dapat dipastikan bahwa konsep terhadap pengendalian dokumen dijalankan dengan self monitoring.
Langkah apa pun dalan melakukan proses pengendalian dokumen, perusahaan dapat menjalankan sistem e-automatation untuk menjalankan program kearsipan ini berjalan secara elektronik. Hal yang terpenting adalah menjalankan alir proses secara tepat untuk kemudian diadopsi ke dalam sistem filing komputer. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Di dalam perusahaan sendiri, terdapat dua jenis pola administrasi yang seringkali dijadikan pilihan dalam membentuk sistem.
(1) Pola dokumentasi sentralisasi
Dalam pola dokumen sentralisasi, setiap perusahaan memiliki pusat pengontrol dokumen, biasanya dalam bentuk unit kesekretariatan. Unit ini memiliki tanggung jawab untuk melakukan fungsi pengendalian dan penyimpnanan seluruh kearsipan. Setiap departemen yang terkait memiliki tanggung jawab untuk melakukan fungsi pelaporan dan penertiban kepada sekretariat umum.
(2) Pola dokumen non sentralisasi
Setiap departemen dapat menjalankan korespodensi surat menyurat secara bebas dengan batasan authorisasi yang ditetapkan. Dalam beberapa hal, sistem juga memastikan bahwa fungsi kearsipan dijalankan per masing-masing bagian dengan sistem pengendalian. Harus dapat dipastikan bahwa konsep terhadap pengendalian dokumen dijalankan dengan self monitoring.
Langkah apa pun dalan melakukan proses pengendalian dokumen, perusahaan dapat menjalankan sistem e-automatation untuk menjalankan program kearsipan ini berjalan secara elektronik. Hal yang terpenting adalah menjalankan alir proses secara tepat untuk kemudian diadopsi ke dalam sistem filing komputer. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Label:
Audit SDM,
Business Consultant,
HR Audit,
HR Consultant,
HR Training,
jasa pembuat SOP,
Konsultan HR,
Konsultan HRD,
Konsultan ISO 14001
Sabtu, 04 Januari 2014
Strategi Pengembangan Manajemen SDM dalam Industri Retail
Dalam mengembangkan manajemen retail pada perusahaan retail, adalah sangat penting untuk memastikan bahwa sumber daya manusia memiliki kompetensi (soft dan hard) yang memadai. Ketika akan melakukan proses penyusunan program pelatihan, pastikan bahwa program pelatihan menyangkut materi yang menjelaskan unit kompetensi berikut:
(1) Leadership skill
Sangat dibutuhkan konsep yang kuat pada diri karyawan yang kuat yang mamapu untuk mengembangkan kompetensi pribadinya dan kemampuan untuk tidak berhenti dan secara terus-menerus mengubah dirinya menjadi hal yang positif.
" Dalam industri retail, kekuatan untuk mengubah diri menjadi positif adalah hal penting yang untuk dapat menjadi lebih optimis, dapat mengundang pelanggan lebih banyak dan yang terpenting dapat memenangkan kompetisi dengan kompetitor." Bagaimana pun juga aspek mutu yang terdepan adalah pelayanan, sehingga akan menjadi nilai positif apabila sumber daya manusia yang ada dalam industri ini memiliki kekuatan untuk memimpin.
(2) Etos Kerja
Pekerjaan retail yang tidak berhenti, merumuskan adanya suatu konsep motivasi yang kuat pada intrinsik karyawan. Sehingga sangat penting bagi karyawan itu sendiri untuk dapat meningkatkan kapasitas self motivation yang positif dalam bekerja agar kinerja tidak menjadi menurun.
(3) Art of selling
Kemampuan komunikasi untuk menjual adalah hal penting yang harus dimiliki oleh sumber daya manusia di bidang sales.Bagaimana konsep yang tepat untuk menyusun pesan yang ada dalam produk, mempopulerkan brand, dan yang terpenting adalah memastikan proses closing terhadap produk dapat berjalan secara maksimal.
Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan bisnis retail perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
(1) Leadership skill
Sangat dibutuhkan konsep yang kuat pada diri karyawan yang kuat yang mamapu untuk mengembangkan kompetensi pribadinya dan kemampuan untuk tidak berhenti dan secara terus-menerus mengubah dirinya menjadi hal yang positif.
" Dalam industri retail, kekuatan untuk mengubah diri menjadi positif adalah hal penting yang untuk dapat menjadi lebih optimis, dapat mengundang pelanggan lebih banyak dan yang terpenting dapat memenangkan kompetisi dengan kompetitor." Bagaimana pun juga aspek mutu yang terdepan adalah pelayanan, sehingga akan menjadi nilai positif apabila sumber daya manusia yang ada dalam industri ini memiliki kekuatan untuk memimpin.
(2) Etos Kerja
Pekerjaan retail yang tidak berhenti, merumuskan adanya suatu konsep motivasi yang kuat pada intrinsik karyawan. Sehingga sangat penting bagi karyawan itu sendiri untuk dapat meningkatkan kapasitas self motivation yang positif dalam bekerja agar kinerja tidak menjadi menurun.
(3) Art of selling
Kemampuan komunikasi untuk menjual adalah hal penting yang harus dimiliki oleh sumber daya manusia di bidang sales.Bagaimana konsep yang tepat untuk menyusun pesan yang ada dalam produk, mempopulerkan brand, dan yang terpenting adalah memastikan proses closing terhadap produk dapat berjalan secara maksimal.
Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan bisnis retail perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Langganan:
Postingan (Atom)
