Menjadi pertanyaan penting bagi pelaku industri penyedia jasa berskala kecil, apakah penting untuk mengimplementasikan Sistem ISO 14001 dan OHSAS 18001 di dalam industri yang dimilikinya? Sebuah pertanyaan yang menarik, namun hal ini sangat penting untuk diperhatikan.
Apabila kita tengok dan perhatikan esensi dalam pengembangan dan implementasi sitem ISO 14001 dan OHSAS 18001, mungkin akan menjadi poin penting untuk diperhatikan.
1. Mengedepankan aspek kepentingan sumber daya manusia
Dengan melakukan proses penerapan ISO 14001 dan OHSAS 18001, perusahaan secara kuat menancapkan komitmen dalam proses penjagaan terhadap sumber daya manusia dengan memberikan bentuk proteksi dalam bentuk sistem. Sebelum konsep ISO 14001 dan OHSAS 18001 diterapkan, konsep manajemen operasional terlihat kurang manusiawi karena tidak memberikan perhatian yang kuat ke dalam aspek kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan kerja yang kondusif untuk manajemen operasional yang ada dalam perusahaan.
2. Mematuhi sistem persyaratan dan perundang-undangan
Penerapan ISO 14001 dan OHSAS 18001 membuat suatu industri terukur tingkat kepatuhannya terkait dengan peraturan dan persyaratan yang melekat pada sistem ISO 14001 dan OHSAS 18001 itu sendiri. Menjadi suatu bentuk konsep yang baik untuk proses dukungan terhadap program pemerintah, dimana keputusan untuk mematuhi persyaratan dan peraturan perundang-undangan dapat diikuti dengan baik.
3. Penerapan konsep PDCA dalam perusahaan
Pengembangan Sistem ISO dan OHSAS melakukan proses implementasi terhadap konsep PDCA yang dijalankan dalam perusahaan. Suatu konsep dan pendekatan yang tepat bagi suatu perusahaan dalam menerapkan ISO 14001 dan OHSAS 18001 sebagai bentuk tahapan dalam proses pendekatan perbaikan yang berkesinambungan di dalam manajemen operasional.
4. Pemberian status identitas nilai kompetitif yang kuat
Pemberian terhadap nilai adanya sertfikasi ISO 9001 dan OHSAS 18001 memberikan adanya konsep pemahaman dan pengembangan yang kuat terkait dengan adanya pemberian nilai terhadap status merk yang dimiliki perusahaan. Sehingga secara otomatis, proses pemberian identitas ini dapat memberikan nilai positif dalam aspek kompetisi dibandingkan dengan perusahaan lainnya.
Melihat pada empat alasan tersebut, sudah waktunya pelaku industri jasa kecil untuk mempertimbangkan proses implementasi terhadap penerapan ISO 14001 dan OHSAS 18001. Tidak ada salahnya, bagi Anda untuk menjalankan proses implementasi penerapan kedua sistem ini. (amarylliap@yahoo.com, hp: 08129369926)
Banyak perusahaan merasakan kesulitan untuk melakukan proses pengembangan bisnisnya untuk melangkah menjadi lebih profesional. Tidak dipungkiri komitmen untuk menjadi lebih berkembang ternyata tidak dapat diikuti oleh seluruh pihak dalam perusahaan. Blog ini merupakan suatu bentuk sarana diskusi dan konsultasi mengenai bagaimana perusahaan dapat dibentuk menjadi lebih profesional dengan cara mengembangkan dan mengimplementasikan SOP dalam perusahaannya tersebut.
Sabtu, 21 Januari 2012
Jumat, 20 Januari 2012
SOP atau ISO 9001 ?
Ketika suatu perusahaan sudah memiliki keinginan untuk menyusun sistem, kemudian muncul pertanyaan yang menggugah pelaku bisnis, langkah apa yang harus saja yang harus dilakukan untuk menjalankan Sistem Manajemen dalam perusahaan. Ada dua alternatif menarik yang dapat diikuti oleh pelaku bisnis, apakah dengan menjalankan SOP atau dengan menjalankan ISO 9001 itu sendiri?
Sebelum memulai pembahasan lebih lanjut ada baiknya, pihak perusahaan mempelajari terlebih dahulu perbedaan antara SOP dan ISO 9001 sendiri.
Pemahaman SOP
Apa yang dimaksud dengan SOP? SOP adalah suatu sistematika dokumentasi yang mengatur alir proses yang berjalan di dalam perusahaan. Bagaimana tahapan-tahapan dari suatu proses sederhana yang digabung menjadi suatu bagian besar yang mengaitkan antara business process unit kerja satu dengan unit kerja lainnya. Sebagai bentuk sistem dokumentasi umumnya, SOP terdiri atas uraian alir proses yang dilengkapi dengan informasi kebijakan perusahaan, penetapan batasan tanggung jawab serta detail informasi dan mekanisme pencatatan yang berguna sebagai bentuk pengawasan terhadap penerapan alir proses itu sendiri.
Pemahaman ISO
ISO yang merupakan kepanjangan dari International Standard Organization adalah salah satu dari bentuk sistem manajemen yang disusun agar menjadi suatu kinerja terukur yang dapat diaudit. Di dalam penyusunan sistem manajemen itu sendiri termaktub informasi mengenai persyaratan dokumentasi yang menjadi nilai penting dalam penerapan aspek PDCA (Planning Do Check and Action) yang merupakan dasar dari penerapan ISO itu sendiri.
Konsep yang berbeda dimana SOP itu sendiri bisa dikembangkan unutk menjadi bagian dari ISO 9001. Lalu langkah apa yang paling efektif? Sangat disarankan bagi perusahaan untuk menerapkan Sistem Manajemen ISO 9001 dengan implementasi SOP dalam penyusunan dokumentasi. Agar lebih tepat dan optimal dalam implementasinya, sebaiknya menggunakan jasa dan tenaga konsultan yang sudah sangat berpengalama di bidangnya untuk turut membantu proses pengembangan kedua sistem tersebut agar menjadi lebih baik. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926).
Sebelum memulai pembahasan lebih lanjut ada baiknya, pihak perusahaan mempelajari terlebih dahulu perbedaan antara SOP dan ISO 9001 sendiri.
Pemahaman SOP
Apa yang dimaksud dengan SOP? SOP adalah suatu sistematika dokumentasi yang mengatur alir proses yang berjalan di dalam perusahaan. Bagaimana tahapan-tahapan dari suatu proses sederhana yang digabung menjadi suatu bagian besar yang mengaitkan antara business process unit kerja satu dengan unit kerja lainnya. Sebagai bentuk sistem dokumentasi umumnya, SOP terdiri atas uraian alir proses yang dilengkapi dengan informasi kebijakan perusahaan, penetapan batasan tanggung jawab serta detail informasi dan mekanisme pencatatan yang berguna sebagai bentuk pengawasan terhadap penerapan alir proses itu sendiri.
Pemahaman ISO
ISO yang merupakan kepanjangan dari International Standard Organization adalah salah satu dari bentuk sistem manajemen yang disusun agar menjadi suatu kinerja terukur yang dapat diaudit. Di dalam penyusunan sistem manajemen itu sendiri termaktub informasi mengenai persyaratan dokumentasi yang menjadi nilai penting dalam penerapan aspek PDCA (Planning Do Check and Action) yang merupakan dasar dari penerapan ISO itu sendiri.
Konsep yang berbeda dimana SOP itu sendiri bisa dikembangkan unutk menjadi bagian dari ISO 9001. Lalu langkah apa yang paling efektif? Sangat disarankan bagi perusahaan untuk menerapkan Sistem Manajemen ISO 9001 dengan implementasi SOP dalam penyusunan dokumentasi. Agar lebih tepat dan optimal dalam implementasinya, sebaiknya menggunakan jasa dan tenaga konsultan yang sudah sangat berpengalama di bidangnya untuk turut membantu proses pengembangan kedua sistem tersebut agar menjadi lebih baik. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926).
Mengembangkan Sistem Manajemen Kinerja Perusahaan
Apakah Anda pelaku usaha yang merasakan kesulitan yang kuat dalam mengoptimalkan nilai dari karyawan Anda? Anda sudah banyak melakukan cara seperti yang termuat dalam buku teori tentang bagaimana melakukan proses upaya mengoptimalkan karyawan, namun hasilnya masih nihil.
Mungkin ini adalah waktu yang tepat bagi perusahaan Anda untuk mempertimbangkan Sistem Manajemen Kinerja. Sistem Manajemen Kinerja adalah suatu bentuk struktur manajemen yang secara akurat mendetailkan target-target yang ada dalam perusahaan menjadi suatu bentukan target-target yang masuk ke dalam individu personel yang ada dalam perusahaan yang dimaksud.
Apa manfaatnya penerapan ini? Setiap perusahaan selama ini melihat sumber daya manusia adalah suatu beban biaya yang mau tidak mau dimaksukkan ke dalam nilai produk output perusahaan. Hal yang kemudian akan bersinergi dengan strategi dan positioning produk dalam penjualannya. Apabila perusahaan mengalami suatu bentuk kekalahan dalam persaintan mau tidak mau perusahaan tersebut mengalami pengurangan penjualan atau target sales. Dimana efek secara langsung akan menyebabkan adanya kebutuhan penurunan biaya karyawan. Sedangkan dalam dunia ketenagakerjaan akan sangat sulit bagi perusahaan untuk menurunkan gaji karyawan, sedangkan di lain pihak beban perusahaan terhadap biaya itu sendiri makin lama makin membutuhkan efisiensi.
Lalu, langkah-langkah apa yang harus dilaksanakan oleh perusahaan itu sendiri?
(1) Lakukan perombakan terhadap sistem kompensasi karyawan
Buatlah skema perumusan kompensasi yang sebelumnya lebih membuat karyawan mengalami passive condition terhadap performa dan kinerja yang dimiliki menjadi memiliki suatu bentuk nilai kompetisi yang kuat dalam bekerja. Rumuskan skema insentif sebagai hadiah performa baik itu keberhasilan pencapaian baik dari target ataupun pengelolaan efisiensi, termasuk di dalamnya adalah kinerja tim maupun kinerja individu dalam perusahaan itu sendiri. Insentif sebaiknya memiliki nilai proporsi yang lebih tinggi dibandingkan dengan gaji pokok karyawan. Ubah mindset karyawan sehingga memiliki pemikiran dari sebelumnya pada batasan penghasilan yang terbatas menjadi tanpa batas, sepanjang karyawan tersebut memiliki performa yang kuat.
(2) Kembangkan business unit dalam perusahaan
Buat dan kembangkan jiwa enterpreunership yang kuat dalam diri pimpinan dan lini manajemen dalam perusahaan Anda untuk menjadi pemilik usaha kecil dalam unit kerjanya. Berikan budget dan kembangkan kemampuan manajerial dalam mengelola kelompok kerjanya. Berikan reward yang berkaitan dengan aspek profit langsung dari unit bisnis perusahaan yang dapat bekerja dan berkembang lebih optimal. Berikan penghargaan dan kesempatan kepada karyawan Anda untuk melakukan pembagian ilmu kepada unit kerja lainnya untuk terus berkembang.
(3) Penyusunan dan pengembangan KPI
Proses penyusunan dan pengembangan KPI ini akan menjadi nilai yang positif di dalam perusahaan sebagai bentuk mediasi dan pengembangan terkait dengan unit satuan indikator prestasi yang akan dituju oleh perusahaan. Ada baiknya, penjabaran KPI ini dilakukan pada satuan unit kinerja individu karyawan juga yang kemudian dilekatkan kepada aspek kinerja tim yang kuat. Proses independensi dan audit yang terencana perlu untuk disusun untuk memastikan bahwa KPI ini benar-benar dijalankan secara obyektif di dalam perusahaan.
Perusahaan sebaiknya sudah memikirikan langkah-langkah dalam proses pengembangan Sistem Manajemen Kinerja Perusahaan ini, termasuk di dalamnya adalah dengan melakukan proses pencarian tenaga konsultan HR (Sumber Daya Manusia) yang tepat dalam proses pengembangan dan implementasinya. Pilih referensi eksternal yang tepat yang dapat mambantu perusahaan berjalan sinergis menuju pertumbuhan yang lebih baik. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)
Mungkin ini adalah waktu yang tepat bagi perusahaan Anda untuk mempertimbangkan Sistem Manajemen Kinerja. Sistem Manajemen Kinerja adalah suatu bentuk struktur manajemen yang secara akurat mendetailkan target-target yang ada dalam perusahaan menjadi suatu bentukan target-target yang masuk ke dalam individu personel yang ada dalam perusahaan yang dimaksud.
Apa manfaatnya penerapan ini? Setiap perusahaan selama ini melihat sumber daya manusia adalah suatu beban biaya yang mau tidak mau dimaksukkan ke dalam nilai produk output perusahaan. Hal yang kemudian akan bersinergi dengan strategi dan positioning produk dalam penjualannya. Apabila perusahaan mengalami suatu bentuk kekalahan dalam persaintan mau tidak mau perusahaan tersebut mengalami pengurangan penjualan atau target sales. Dimana efek secara langsung akan menyebabkan adanya kebutuhan penurunan biaya karyawan. Sedangkan dalam dunia ketenagakerjaan akan sangat sulit bagi perusahaan untuk menurunkan gaji karyawan, sedangkan di lain pihak beban perusahaan terhadap biaya itu sendiri makin lama makin membutuhkan efisiensi.
Lalu, langkah-langkah apa yang harus dilaksanakan oleh perusahaan itu sendiri?
(1) Lakukan perombakan terhadap sistem kompensasi karyawan
Buatlah skema perumusan kompensasi yang sebelumnya lebih membuat karyawan mengalami passive condition terhadap performa dan kinerja yang dimiliki menjadi memiliki suatu bentuk nilai kompetisi yang kuat dalam bekerja. Rumuskan skema insentif sebagai hadiah performa baik itu keberhasilan pencapaian baik dari target ataupun pengelolaan efisiensi, termasuk di dalamnya adalah kinerja tim maupun kinerja individu dalam perusahaan itu sendiri. Insentif sebaiknya memiliki nilai proporsi yang lebih tinggi dibandingkan dengan gaji pokok karyawan. Ubah mindset karyawan sehingga memiliki pemikiran dari sebelumnya pada batasan penghasilan yang terbatas menjadi tanpa batas, sepanjang karyawan tersebut memiliki performa yang kuat.
(2) Kembangkan business unit dalam perusahaan
Buat dan kembangkan jiwa enterpreunership yang kuat dalam diri pimpinan dan lini manajemen dalam perusahaan Anda untuk menjadi pemilik usaha kecil dalam unit kerjanya. Berikan budget dan kembangkan kemampuan manajerial dalam mengelola kelompok kerjanya. Berikan reward yang berkaitan dengan aspek profit langsung dari unit bisnis perusahaan yang dapat bekerja dan berkembang lebih optimal. Berikan penghargaan dan kesempatan kepada karyawan Anda untuk melakukan pembagian ilmu kepada unit kerja lainnya untuk terus berkembang.
(3) Penyusunan dan pengembangan KPI
Proses penyusunan dan pengembangan KPI ini akan menjadi nilai yang positif di dalam perusahaan sebagai bentuk mediasi dan pengembangan terkait dengan unit satuan indikator prestasi yang akan dituju oleh perusahaan. Ada baiknya, penjabaran KPI ini dilakukan pada satuan unit kinerja individu karyawan juga yang kemudian dilekatkan kepada aspek kinerja tim yang kuat. Proses independensi dan audit yang terencana perlu untuk disusun untuk memastikan bahwa KPI ini benar-benar dijalankan secara obyektif di dalam perusahaan.
Perusahaan sebaiknya sudah memikirikan langkah-langkah dalam proses pengembangan Sistem Manajemen Kinerja Perusahaan ini, termasuk di dalamnya adalah dengan melakukan proses pencarian tenaga konsultan HR (Sumber Daya Manusia) yang tepat dalam proses pengembangan dan implementasinya. Pilih referensi eksternal yang tepat yang dapat mambantu perusahaan berjalan sinergis menuju pertumbuhan yang lebih baik. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)
Minggu, 08 Januari 2012
TAHAPAN DALAM MELAKUKAN PROSES PENYUSUNAN SOP
SOP (Standard Operating Procedure) apakah sangat sulit untuk disusun? Banyak orang mengatakan bahwa menyusun SOP itu sangat rumit, mengingat banyak variabel yang harus dipertimbangkan dalam proses penyusunannya. Berikut adalah langkah-langkah dalam menyusun SOP (Standard Operating Procedure) yang tepat dan efektif.
(1) Lakukan proses identifikasi business process dalam perusahaan
Petakan proses yang ada dalam perusahaan, buat peta besar dalam operasional proses yang ada di dalam organisasi tersebut. Buatlah bagian-bagian penting yang terkait dengan peta proses yang dimaksudkan tersebut.
(2) Kaji struktur organisasi dan job description
Lakukan proses pengkajian terhadap struktur organisasi yang ada dalam perusahaan kemudian buat secara mendetail uraian pekerjaan yang ada dalam posisi/ jabatan dalam struktur organisasi yang dimaksud.
(3) Susun SOP
Buatlah alir proses yang menjelaskan tahapan-tahapan dalam proses penting tersebut, lihat kaitannya. Setiap proses penting dan kaitannya harus dijelaskan di dalam alir proses. Untuk perusahaan yang membutuhkan detail uraian, buatlah penjelasan naratif singkat yang sangat runtun sesuai dengan alir proses yang ditetapkan dalam SOP.
(4) Lakukan verifikasi dan evaluasi terhadap SOP
Periksa ulang kondisi SOP yang dibuat dengan aktual proses yang berjalan, periksa kebutuhan akan adanya pencatatan dan form-form kerja operasional yang sangat penting untuk memastikan proses dijalankan dengan tepat.
(5) Uji coba SOP
Lakukan simulasi sederhana yang melibatkan seluruh individu yang terkait dalam perancangan SOP dalam perusahaan. Lakukan proses pemeriksaan ulang untuk melihat SOP tersebut dapat dijalankan sesuai dengan kondisi di lapangan. Lakukan pencatatan terhadap kebutuhan koreksi/ perbaikan terhadap SOP yang dimaksudkan tersebut, atau lakukan proses pencatatan akan kebutuhan pengembangan kompetensi atau penambahan sumber daya manusia.
(6) Koreksi SOP
Lakukan perbaikan terhadap SOP yang telah dijalankan tersebut, setiap koreksi akan dibuat proses uji ulang kembali untuk melihat kesesuaian SOP untuk dijalankan.
Demikian tahapan yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk secara internal dalam menyusun SOP. Kebutuhan akan adanya referensi eksternal harus dipastikan dalam teknis operasionalnya mengikuti langkah-langkah yang dimaksud. (Amarylliap@yahoo.com, 08129369926)
(1) Lakukan proses identifikasi business process dalam perusahaan
Petakan proses yang ada dalam perusahaan, buat peta besar dalam operasional proses yang ada di dalam organisasi tersebut. Buatlah bagian-bagian penting yang terkait dengan peta proses yang dimaksudkan tersebut.
(2) Kaji struktur organisasi dan job description
Lakukan proses pengkajian terhadap struktur organisasi yang ada dalam perusahaan kemudian buat secara mendetail uraian pekerjaan yang ada dalam posisi/ jabatan dalam struktur organisasi yang dimaksud.
(3) Susun SOP
Buatlah alir proses yang menjelaskan tahapan-tahapan dalam proses penting tersebut, lihat kaitannya. Setiap proses penting dan kaitannya harus dijelaskan di dalam alir proses. Untuk perusahaan yang membutuhkan detail uraian, buatlah penjelasan naratif singkat yang sangat runtun sesuai dengan alir proses yang ditetapkan dalam SOP.
(4) Lakukan verifikasi dan evaluasi terhadap SOP
Periksa ulang kondisi SOP yang dibuat dengan aktual proses yang berjalan, periksa kebutuhan akan adanya pencatatan dan form-form kerja operasional yang sangat penting untuk memastikan proses dijalankan dengan tepat.
(5) Uji coba SOP
Lakukan simulasi sederhana yang melibatkan seluruh individu yang terkait dalam perancangan SOP dalam perusahaan. Lakukan proses pemeriksaan ulang untuk melihat SOP tersebut dapat dijalankan sesuai dengan kondisi di lapangan. Lakukan pencatatan terhadap kebutuhan koreksi/ perbaikan terhadap SOP yang dimaksudkan tersebut, atau lakukan proses pencatatan akan kebutuhan pengembangan kompetensi atau penambahan sumber daya manusia.
(6) Koreksi SOP
Lakukan perbaikan terhadap SOP yang telah dijalankan tersebut, setiap koreksi akan dibuat proses uji ulang kembali untuk melihat kesesuaian SOP untuk dijalankan.
Demikian tahapan yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk secara internal dalam menyusun SOP. Kebutuhan akan adanya referensi eksternal harus dipastikan dalam teknis operasionalnya mengikuti langkah-langkah yang dimaksud. (Amarylliap@yahoo.com, 08129369926)
Sabtu, 07 Januari 2012
BAGAIMANA MENDIDIK SEORANG PEMIMPIN?

Bagaimana caranya membentuk karakter
pemimpin dalam organisasi. Apakah suatu
perusahaan perlu untuk menginvestasikan milyaran rupiah dana sebagai bentuk
proses pengembangan karakter pemimpi? Dan apakah nilai dari kepemimpinan itu bisa muncul dengan program
kepemimpinan itu sendiri? Siapa yang dapat menjamin bahwa pelatihan bisa
mengembangkan kepemimpinan seseorang?
Teori kepemimpinan yang menarik
bahwa tidak semua orang dapat menjadi pemimpin adalah salah satu teori yang muncul
dlam Great Man Theory. Namun apakah
memang demikian adanya? Kalaupun
demikian hanya muncul sebagai statu keberuntungan yang sangat kecil bagi
sebagain perusahaan untuk mendapatkan pemimpin.
Bagaimana mendefinisikan to discover
(menemukan) atau to be discovered (ditemukan)?
TO DISCOVER
Menemukan seorang pemimpin adalah proses yang sangat
panjang dalam perusahaan. Dimulai dari
proses rekruitmen yang secara sistematis telah ditetapkan oleh perusahaan
sesuai dengan karakter yang dikembangkan dalam perusahaan itu sendiri. Setelah dilakukan segala upaya untuk
melahirkan pemimpin? Kemudian pertanyaan lebih lanjut apakah individu itu akan
teruji dalam melewati tantangan organisasi ke depannya.
Ada benarnya anggapan yang
menyebutkan bahwa dalam suatu organisasi sangat diperlukan adanya sistem yang
tepat yang dapat digunakan untuk mengakomodasi individu dalam proses penjalanan
sistem operasional perusahaan. Tapi
tanpa ”anchor” yang kuat, nota bene nya adalah pimpinan yang berpengaruh
terhadap organisasi, maka sistem akan lari tidak sesuai dengan jalur yang
diharapkan.
TO BE DISCOVERED
Suatu proses dimana individu
tersebut ditemukan, baik itu disengaja ataupun tidak. Suatu proses penemuan yang disengaja adalah
pembentukan suatu aplikasi khusus dimana individu yang dimaksud setelah
melewati suatu tahapan seleksi yang terbentuk baik oleh suatu target ataupun
konflik yang terjadi dalam organisasi. Adanya proses seleksi dibentuk sebagai
bagian dari proses pemilihan dari pimpinan perusahaan.
Ada beberapa perusahaan yang melihat
bahwa pimpinan bukan merupakan aspek penting untuk dilakukan proses
kaderisasi. Asumsinya adalah nanti
pimpinan yang kuat akan muncul sendiri.
Boleh jadi itu benar. Namun apa nyana, suatu perusahaan dengan kaliber
yang tinggi akan mempertaruhkan manajemennya dalam situasi sulit dimana
terdapat krisis kepemimpinan dapat mempertaruhkan profesionalisme yang ada
dalam perusahaan.
APAKAH PERLU UNTUK
MELATIH PEMIMPIN?
Dalam suatu perusahaan yang sangat
mature (dewasa) sekalipun, nilai kepemimpinan menjadi suatu hal yang menjadi
prioritas tinggi dibandingkan aspek lainnya.
Pengaruh jangka panjang adalah hal yang terpenting dalam melihat
kapasitas pimpinan. Bagaimana
kebijakan-kebijakan yang diambil bukanlah kebijakan instan, seperti kebutuhan
akan profitabilitas perusahaan yang tinggi, adalah strategi yang penting namun
tidak utama. Kebijakan dan pengambilan
keputusan yang memiliki nilai jangka panjang adalah suatu investasi penting
yang ditanamkan oleh pimpinan.
Bukan pada bagaimana target terpenuhi melainkan menilai
bagaimana strategi ditetapkan. Itu
adalah hal yang tidak mudah. Dimana
pengembangan pola pikir dari individu itu sendiri menjadi nilai yang sangat
penting untuk dikembangkan menjadi suatu pola pikir strategis. Bagaimana suatu aspek kepemimpinan menjadi
bagian terpenting dari penggerak perusahaan.
Pemimpin perlu untuk terus menerus
terlatih dalam mengembangkan kemampuannya dalam mengimplementasikan strategi,
kemampuan untuk mengembangkan aspek dominasi yang kuat namun terarah, dan
mengembangkan konsep interpersonal yang muncul dalam internal perusahaan.
Pelatihan ”How to
coach a leader” adalah suatu pelatihan yang dikembangkan untuk membentuk
pelatihan bagi Manajemen HR, level manajerial maupun pengambilan kebijakan strategis
yang berperan penting dalam program ”Leadership Development Program” .
”HOW TO COACH A LEADER”
HARI PERTAMA
-
PERENCANAAN PROGRAM LEADER DALAM
PERUSAHAAN
Proses
rekruitmen karyawan berbasiskan konsep leadership
Proses
pengembangan program Management Trainee
Proses
penyusunan program pelatihan kepemimpinan dalam organisasi
Proses
penyusunan anggaran untuk pengembangan program
-
PROSES REKRUITMEN
Uraian
dan kualifikasi dalam pencarian karyawan
Pengembangan
alat seleksi yang tepat
Analisis
interview dan hasil seleksi
-
PROSES PENGEMBANGAN PROGRAM MANAGEMENT
TRAINEE
Penyusunan
silabus- kurikulum program
Tahapan pemantauan dan seleksi terhadap pengamatan program
Tahapa evaluasi dari hasil pemantauan dan seleksi
Tahapan koreksi dan pengembangan
HARI KEDUA
-
DASAR-DASAR LEADER
COACH
Pemahaman konsep leadership
Pemahaman terhadap teori personality
Proses penyusunan profil personel
Proses penyusunan tahapan-tahapan pengembangan leadership seorang individu
-
WORKSHOP
LEADERSHIP ASSESSMENT
Proses penyusunan basic assessment karakteristik
kepemimpinan pada karyawan
Proses pengerjaan assessment sederhana
Proses penyusunan laporan
-
WORKSHOP
LEADERSHIP COACH
Proses pelatihan profiling kepemimpinan individu
Pengenalan tahapan-tahapan coach
Proses simulasi terhadap aspek teknis dari program
coaching
HARI KETIGA
-
PENGUKURAN
TINGKAT KESUKSESAN DAN KEGAGALAN DALAM PROGRAM COACHING
Hal-hal yang dapat menyebabkan kegagalan
Tindakan untuk melakukan perbaikan terhadap kegagalan
Penyusunan ulang program coaching
-
WORKHSOP
Problem solving technique
Proses pengembangan dan perbaikan kapasitas
interpersonal
Penyusunan program coach yang sistematis
(amarylliap@yahoo.com, 08129369926)
AUDIT SUMBER DAYA MANUSIA

Banyak perusahaan yang berangkat dalam proses
pengembangannya hanya melihat pada aspek SDM (Sumber Daya Manusia) adalah
kebijakan yang bersifat biaya. Mengapa dianggap
demikian? Banyak perusahaan melihat bahwa sumber daya manusia atau karyawan di
dalamnya adalah beban, mulai dari penggajian, belum lagi kewajiban seperti
Jamsostek ataupun kewajiban untuk memberikan tunjangan lainnya. Lalu muncul suatu pemahaman bahwa sumber daya
manusia adalah suatu bentuk investasi yang penting untuk dikelola sehingga
definisi human resources (sumber daya manusia) menjadi human capital (investasi
manusia).
Dalam proses pengembangan sumber daya manusia, hal yang
menjadi pertimbangan penting dalam suatu perusahaan adalah kebijakan yang
diterapkan untuk pengembangan manusia di mana disebutkan karyawan yang bekerja
dalam perusahan memang bisa dikembangkan menjadi investasi bagi perusahaan itu
sendiri. Kebijakan yang diterbitkan oleh
perusahaan itu sendiri haruslah memuat suatu kepentingan jangka panjang yang
nantinya dituntut adanya suatu komitmen jangka panjang terhadap proses
pengembangan perusahaan itu sendiri. Kebijakan yang diterbitkan oleh perusahaan
terhadap pengembangan sdm meliputi kebijakan (1) Sistem numerasi (2) Sistem
manajemen performa (3) Sistem pengembangan sumber daya manusia (4) Sistem
budgeting terhadap operasional dari proses pengelolaan sumber daya manusia (5)
Peraturan perusahaan dan persyaratan yang terkait dengan pengelolaan sumber
daya manusia.
Salah satu kesalahan yang seringkali dilakukan oleh perusahaan
adalah kemampuan untuk memastikan konsistensi kebijakan untuk dijalankan. Hal apa yang menjadi alasan untuk kemunculan
ketidaksesuaian konsistensi dari kebijakan itu sendiri? Pertama, situasi dan
kondisi yang menyebabkan penyimpanan terhadap sistem dapat muncul dimana antara
kebutuhan untuk mengoptimalkan sdm ditekan oleh adanya kebutuhan pengembangan
sdm itu sendiri. Sehingga dengan kondisi
”terpaksa” kebijakan terhadap sdm itu sendiri dilanggar. Kedua, adanya conflict of interest yang
dimunculkan oleh oknum-oknum baik itu internal perusahaan maupun dari pihak
manajemen itu sendiri yang menyebabkan pelanggaran dengan sengaja
dilakukan. Ketiga, adanya perubahan dari
manajemen perusahaan yang menyebabkan kebijakan sudah tidak memadai untuk
menghadapi aspek kompetisi dengan dunia luar.
Ketidakkonsistenan dalam menjalankan manajemen sumber
daya manusia dapat menyebabkan bumerang yang dapat membunuh strategi dalam
perusahaan itu sendiri. Dimana karyawan mulai mempertanyakan konsistensi
kebijakan sumber daya manusia yang dijalankan perusahaan. Konsep dan aspek adil di dalam organisasi
harus dapat memastikan bahwa sistem kebijakan sumber daya manusia yang dijalankan
dapat mengembangkan dan menumbuhkan persaingan yang positif dalam perusahaan
sehingga dapat meningkatkan performa dari organisasi.
Suatu sistem yang baik, adalah sistem yang dapat
teraudit. Sistem manajemen sumber daya
manusia, harus dibangun dengan mengikuti aturan ini. Sistem sumber daya manusia yang tepat adalah
sistem yang dibangun dengan mengedepankan konsep PDCA (Planning- Do- Check-
Action). Apa yang dimaksud dengan konsep
tersebut.
(a)
Planning
Dalam menyusun sistem harus ditetapkan tujuan dari suatu
sistem tersebut dibuat, serta dijelaksanakn latar belakang yang menjelaskan
sistem tersebut dibangun.
Contoh: SOP (Standard Operating Procedure) sistem
rekruitmen (penerimaan karyawan). Pada
saat penyusunan sistem, harus dilihat tujuan dari sistem tersebut dibangun,
ruang lingkup dari SOP itu sendiri meliputi jenis rekruitmen internal atau
eksternal maupun aspek pengembangan sistem rekruitmen lainnya.
(b)
Do
Bagaimana sistem tersebut dijalankan. Seperti menjelaskan pejabat mana yang
memiliki kewenangan untuk menjalankan proses ini, lalu bagaimana proses
tersebut dijalankan, detail terhadap sistem dokumentasi tersebut dijalankan
juga menjadi bagian yang penting untuk dijelaskan.
(c)
Check
Bagaimana sistem tersebut dievaluasi maupun diaudit untuk
memastikan sistem tersebut dijalankan.
Suatu sistem yang baik harus memastikan adanya proses verifikasi
(pemeriksaan ulang) ataupun validasi (pengesahan). Seperti proses penyelesaian sistem kompensasi,
harus dipastikan adanya mekanisme pemeriksaan sebelum proses dijalankan. Setelah proses dijalankan pun juga harus
dipastikan adanya suatu proses pemeriksaan yang intensif untuk memastikan bahwa
mekanismen evaluasi tersebut dijalankan.
(d)
Action
Penetapan tindakan perbaikan dan pencegahan yang
dilakukan untuk mengantisipasi apabila sistem yang dimaksud tidak dijalankan
sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.
Audit
adalah salah satu bentuk dari proses check itu sendiri. Sedikit berbeda dibandingkan dengan konsep
verifikasi dan validasi. Dalam proses
verifikasi dan validasi proses dijalankan sebelum suatu bentuk proses sudah
dijalankan. Sehingga mencoba dipastikan
bahwa proses tersebut sudah mengikuti aturan kesesuaiannya sebelum
diimplementasikan. Contoh adalah mekanisme penggajian, dalam proses dan mekanisme
penggajian. Sebelum system penggajian
tersebut dijalankan harus dipastikan adanya verifikasi dari pejabat yang
berwenang, mungkin di sini adalah HR & GA Manager yang melakukan proses
pemeriksaan terhadap kesesuaian data kompensasi tersebut dan kemudian
pengesahan itu sendiri dijalankan oleh Finance Accounting Manager sebagai
pejabat yang memiliki authorisasi untuk melakukan proses transaksi.
Komitmen
yang dikembangkan itu sendiri meliputi:
(1)
Sistem kompensasi
Sistem
kompensasi memuat seluruh faktor numerasi yang diterapkan oleh perusahaan.
Seperti bagaimana mekanisme penggajian ditetapkan, apakah termuat
informasi yang terkait dengan pengemangan antara sistem golongan jabatan dengan
sistem penggajian yang ditetapkan dalam perusahaan itu sendiri. Apakah penyusunan sistem kompensasi tersebut
telah sesuai dengan konsep standar persyaratan yang dimaksud. Tidak terdapat penyimpangan yang terkait
dengan sistem numerasi yang dimaksud, seperti tata cara pembayaran, bukti-bukti
atau dokumen yang dibutuhkan untuk mengembangakan sistem kompensasi yang
dimaksud. Lalu bagaimna cara mengauditnya? Auditor dapat melakukan proses
memastikan kesesuaian antara kebijakan dan proses pelepasan kompensasi itu
sendiri dijalankan. Dalam beberapa
kasus, juga dapat melakukan proses validasi dan verifikasi terhadap individu
yang menerima transaksi tersebut.
(2)
Sistem Manajemen
Performa
Proses audit yang dijalankan adalah melihat kesesuaian
antara indikator yang mencapai target tersebut ataupun realisasi yang
terukur. Konsep pemeriksaan lebih
melihat pada aspek obyektifitas dari sistem manajemen performa yang dijalankan
tersebut untuk melihat aspek kesesuaian yang ada dalam konsep pengukuran
prestasi karyawan. Bukti-bukti
terdokumentasi harus diperiksa secara teliti untuk melihat kesesuaian dan
obyektifitas dari penilaian.
(3)
Sistem
pengembangan sumber daya manusa
Unit kerja SDM sangat erat peranannya dalam proses
pengembangan sumber daya manusia. Audit pada area kerja ini memiliki fokus untuk memastikan
bahwa SOP pelatihan dijalankan. Seperti
proses dalam penyusunan program pelatihan, individu yang menjalankan pelatihan
dan efektifitasnya. Nilai efektifitas
ini sangat penting untuk teraudit untuk memastikan bahwa kondisi proses
operasional pengembangan sumber daya manusia telah sejalan dan berbasis dengan
kompetensi SDM yang ada di lapangan.
(4)
Sistem budgeting
Dalam proses pengembangan sumber daya manusia, suatu
perusahaan harus menerapkan suatu konsep budgeting yang kemudian dikembangkan
menjadi bentuk pengembangan strategis pelaksanaannya. Budgeting dari proses ini harus dipastikan
dijalankan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Bagaimana proses yang memiliki alokasi budget
dijalankan.
(5)
Peraturan
perusahaan dan persyaratan peraturan perundang-undangan
Mekanisme penyusunan peraturan adalah suatu kebijakan
strategis yang bersifat jangka panjang dan terkait dengan peraturan dan
perundang-undangan. Hal yang sangat
perlu dicermati dalam proses pengembangan dan penyusunan peraturan perundangan
adalah kesesuaian pelaksanaannya dan kesesuai terhadap persyaratan peraturan
dan perundang-undangan.
Bagaimana dengan penjelasan audit yang telah disampaikan, apabila masih
diperlukan pertimbangan lanjutan terhadap proses audit ini. Konsultan kami akan siap membantu dalam
melakukan proses implementasi audit SDM yang dijalankan di lapangan. Proses audit ini nanti akan dilengkapi dengan
laporan audit yang nantinya sebaiknya ditindaklanjuti oleh perusahaan.
(Amarylliap@yahoo.com, 0829369926)
PENINGKATAN PERFORMA KINERJA PERUSAHAAN

Sebelum implementasi terhadap penerapan OHSAS 18001
ditetapkan dalam organisasi, sebelumnya terdapat sistem manajemen K-3 yang
menjadi wajib diterapkan pada seluruh organisasi dan perusahaan sesuai dengan
ketentuan yang dipersyaratkan dalam organisasi.
Tujuan utama dari penerapan manajemen K-3 adalah memastikan adanya rasa
aman dalam bekerja. Kemudian mulai
timbul pertanyaan apabila sudah terdapat K-3 mengapa harus menggunakan Sistem
Manajemen OHSAS 18001? Apakah manajemen
K-3 belum memadai dalam proses penerapan sistem yang dimaksud?
Terdapat
beberapa alasan mengapa perusahaan menerapkan sistem OHSAS 18001 meskipun dalam
aplikasinya, perusahaan tersebut telah menjalankan fungsi K-3. Alasan pertama, lebih kepada melihat bahwa
sertifikasi OHSAS 18001 adalah sertifikasi internasional yang menjadi sangat
penting bagi beberapa perusahaan yang mengikuti tender dalam program
internasional. Alasan kedua, adalah
penerapan audit yang lebih melekat pada sistem OHSAS 18001 sehingga membuat
melihat adanya alasan baik untuk memastikan adanya penjagaan ganda dalam Sistem
OHSAS 18001. Alasan ketiga, dalam konsep
OHSAS 18001 tersedianya kemunculan strategi yang bersama-sama dirumuskan dalam
visi dan misi perusahaan serta kebijakan dari Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja. Sedikit berbeda antara
Sistem Manajemen K-3 dan OHSAS 18001.
Penerapan sistem OHSAS yang merupakan jenis adaptasi Sistem Manajemen
ISO itulah yang membuat, hasil dari penerapan OHSAS 18001 akan terlihat lebih
signifikan.
Lalu apa
keterkaitan antara Sistem OHSAS 18001 dengan performa kinerja perusahaan. Suatu bentuk stimulus yang kuat dan komitmen
dari manajemen yang diimplemetasikan ke dalam aspek proses untuk memastikan
adanya sistem yang menjamin performa dalam organisasi. Konsep sederhana tapi merasuk ke dalam
pemahaman karyawan. Bagaimana perusahaan melakukan proses pengelolaan
pencegahan yang kuat pada aspek dan level karyawan.
Komitmen
terhadap sistem yang kuat ini lama kelamaan menjadi fondasi dasar dari
terbentuknya budaya perusahaan yang positif.
Mekanisme yang muncul adalah proses sederhana bagaiman rasa percaya dari
individu karyawan akan dimunculkan terhadap hubungannya dengan perusahaan. Rasa
percaya inilah yang membuat adanya konsep kepemilikan perusahaan yang kuat pada
diri karyawan untuk kemudian membentuk rasa nyaman untuk selalu bekerja dalam
perusahaan.
Tahapan dari
negosiasi seperti ini adalah strategi yang baik antara perusahaan dan karyawan. Karena bagaimana pun karyawan tidak mau
bekerja dalam kondisi dan status bekerja yang beresiko tinggi. Sebaliknya, perusahaan juga melihat bahwa
dengan mencegah suatu kecelakaan atau penurunan status kesehatan dari karyawan
yang bekerja dapat mengoptimalkan status pengembangan performa kinerja dalam
aspek kehadiran karyawan di dalam perusahaan.
Karyawan
secara psikologi akan merasakan adanya dukungan dari perusahaan, di mana yang
ia rasakan tidak hanya gaji saja, namun juga terdapat adanya sarana dan fasilitas
dari pencegahan karyawan tersebut dalam bekerja. Untuk mengetahui lebih lanjut dari proses
pengembangan OHSAS 18001 dalam perusahaan, maka pilihlah konsultan yang dapat
memberikan referensi lengkap kepada perusahaan. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)
ditetapkan dalam organisasi, sebelumnya terdapat sistem manajemen K-3 yang
menjadi wajib diterapkan pada seluruh organisasi dan perusahaan sesuai dengan
ketentuan yang dipersyaratkan dalam organisasi.
Tujuan utama dari penerapan manajemen K-3 adalah memastikan adanya rasa
aman dalam bekerja. Kemudian mulai
timbul pertanyaan apabila sudah terdapat K-3 mengapa harus menggunakan Sistem
Manajemen OHSAS 18001? Apakah manajemen
K-3 belum memadai dalam proses penerapan sistem yang dimaksud?
Terdapat
beberapa alasan mengapa perusahaan menerapkan sistem OHSAS 18001 meskipun dalam
aplikasinya, perusahaan tersebut telah menjalankan fungsi K-3. Alasan pertama, lebih kepada melihat bahwa
sertifikasi OHSAS 18001 adalah sertifikasi internasional yang menjadi sangat
penting bagi beberapa perusahaan yang mengikuti tender dalam program
internasional. Alasan kedua, adalah
penerapan audit yang lebih melekat pada sistem OHSAS 18001 sehingga membuat
melihat adanya alasan baik untuk memastikan adanya penjagaan ganda dalam Sistem
OHSAS 18001. Alasan ketiga, dalam konsep
OHSAS 18001 tersedianya kemunculan strategi yang bersama-sama dirumuskan dalam
visi dan misi perusahaan serta kebijakan dari Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja. Sedikit berbeda antara
Sistem Manajemen K-3 dan OHSAS 18001.
Penerapan sistem OHSAS yang merupakan jenis adaptasi Sistem Manajemen
ISO itulah yang membuat, hasil dari penerapan OHSAS 18001 akan terlihat lebih
signifikan.
Lalu apa
keterkaitan antara Sistem OHSAS 18001 dengan performa kinerja perusahaan. Suatu bentuk stimulus yang kuat dan komitmen
dari manajemen yang diimplemetasikan ke dalam aspek proses untuk memastikan
adanya sistem yang menjamin performa dalam organisasi. Konsep sederhana tapi merasuk ke dalam
pemahaman karyawan. Bagaimana perusahaan melakukan proses pengelolaan
pencegahan yang kuat pada aspek dan level karyawan.
Komitmen
terhadap sistem yang kuat ini lama kelamaan menjadi fondasi dasar dari
terbentuknya budaya perusahaan yang positif.
Mekanisme yang muncul adalah proses sederhana bagaiman rasa percaya dari
individu karyawan akan dimunculkan terhadap hubungannya dengan perusahaan. Rasa
percaya inilah yang membuat adanya konsep kepemilikan perusahaan yang kuat pada
diri karyawan untuk kemudian membentuk rasa nyaman untuk selalu bekerja dalam
perusahaan.
Tahapan dari
negosiasi seperti ini adalah strategi yang baik antara perusahaan dan karyawan. Karena bagaimana pun karyawan tidak mau
bekerja dalam kondisi dan status bekerja yang beresiko tinggi. Sebaliknya, perusahaan juga melihat bahwa
dengan mencegah suatu kecelakaan atau penurunan status kesehatan dari karyawan
yang bekerja dapat mengoptimalkan status pengembangan performa kinerja dalam
aspek kehadiran karyawan di dalam perusahaan.
Karyawan
secara psikologi akan merasakan adanya dukungan dari perusahaan, di mana yang
ia rasakan tidak hanya gaji saja, namun juga terdapat adanya sarana dan fasilitas
dari pencegahan karyawan tersebut dalam bekerja. Untuk mengetahui lebih lanjut dari proses
pengembangan OHSAS 18001 dalam perusahaan, maka pilihlah konsultan yang dapat
memberikan referensi lengkap kepada perusahaan. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)
Rabu, 04 Januari 2012
14 ALASAN MENGAPA PERUSAHAAN MEMBUTUHKAN SOP
Banyak perusahaan memiliki keinginan untuk menerapkan Standard Operating Procedure (SOP) namun belum memahami kejelasan mengapa harus menerapkan SOP itu sendiri. Tersedia beberapa alasan yang melatarbelakangi mengapa perusahaan membutuhkan adanya SOP.
(1) Sebagai panduan dasar dari bekerja
Dapat Anda bayangkan, bagaimana rasanya bekerja apabila dalam system dan mekanisme dalam pekerjaan di suatu perusahaan dijalankan tanpa aturan baku. Pasti suatu proses banyak dijalankan berdasarkan kebisaan dan banyak menggantungkan diri kepada individu yang ada dalam perusahaan. Akibatnya, untuk menjamin suatu proses berjalan di dalam perusahaan, ketergantungan yang kuat akan suatu tahapan proses terhadap individu tertentu. Selain tidak dapat mengedepankan profesionalisme (pengukuran dari penilaian akan menjadi subyektif), perusahaan akan sangat tergantung pada kapasitas dan emosi individu tersebut.
(2) Sebagai dasar dalam pengembangan system manajemen sumber daya manusia
Hal yang paling utama dalam pengembangan dalam system manajemen sumber daya manusia adalah penetapan terhadap uraian pekerjaan dari jabatan itu sendiri. Dalam beberapa hal, SOP dapat digunakan sebagai dasar dalam proses analisis jabatan.
(3) Sebagai panduan dan melakukan proses pengukuran manajemen kinerja karyawan
Dalam proses pengukuran terhadap kinerja karyawan, hal yang menjadi suatu prioritas kuat adalah bagaimana memastikan bahwa indicator tersebut dapat dinilai secara obyektif. Suatu proses penilaian yang tepat adalah proses penilaian yang secara system terakomodasi. Artinya tahapan dalam mengumpulkan bukti terhadap telah dilaksanakannya suatu aktivitas dilakukan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam bentuk format pencatatan baku yang ditetapkan dalam bentuk system operasional yang teraudit.
(4) Sebagai alat untuk menjalankan Program Audit
SOP itu sendiri adalah penyusunan skematis terhadap system yang kemudian digunakan sebagai dasar dari proses audit. Kadangkala dari kegiatan audit itu sendiri, baik audit internal maupun audit eksternal memberikan rekomendasi untuk dijalankannya SOP sebelum audit itu dijalankan.
(5) Panduan untuk melakukan proses pelatihan
Dalam setiap proses pelatihan, modul dan program pelatihan diberikan kepada peserta pelatihan untuk memastikan bahwa peserta latih dapat mengimplementasikan pekerjaan yang dijalankannya tersebut.
(6) Panduan untuk menetapkan manpower plan
SOP dapat digunakan sebagai dasar perhitungan terhadap tingkat kebutuhan karyawan dalam suatu organisasi. Berdasarkan SOP yang ditetapkan tersebut maka dilakukan proses perhitungan terhadap beban kerja yang ada untuk kemudian melakukan pemetaan terhadap kebutuhan sumber daya manusia.
(7) Dasar terhadap pengembangan manajemen
Dalam unit usaha dengan jenis retail, tersedianya SOP akan memberikan panduan dan dasar yang kuat untuk semakin mengembangkan strategi bisnis yang dijalankan untuk mengembangkan ekspansi bisnis dengan pengembangan strategi dari manajemen operasional.
(8) Peningkatan nilai dari sumber daya manusia
Kadangkala masih banyak orang yang memiliki persepsi yang salah terhadap factor sumber daya manusia. Dalam suatu perusahaan, umumnya melihat sumber daya manusia sebagai bentuk beban biaya, dimana persepsi tersebut harus diubah. Dengan SOP, pemahaman tersebut akan hilang karena setiap manusia yang ada dalam organisasi memiliki nilai atau benefit yang terukur. Dimana pengembangan potensi dan penilaian terhadap kontribusi dapat dioptimalkan.
(9) Awal Melangkah menuju Sistem ISO
Dengan tersedianya system SOP (Standard Operating Procedure) maka perusahaan yang bersangkutan sudah berada dalam status dan kondisi yang ideal untuk melakukan proses perjalanan menuju ISO series. Dalam beberapa hal, kebutuhan terhadap pengembangan system ISO adalah menyesuaikan antara Standar ISO yang ditetapkan sesuai dengan kebutuhan dokumentasi ISO. Salah satu kemudahaan dari perusahaan yang sudah menerapkan Sistem ISO untuk mendapatkan sertifikasi ISO adalah sudah terbentuknya budaya perusahaan yang akan menunjang Sistem ISO yang dimaksud sehingga tingkat penerimaan dan pengelolaan system sudah dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan tersebut.
(10) Kemudahan untuk perhitungan target penyelesaian pekerjaan
Pada perusahaan yang telah memiliki target status penyelesaian pekerjaan pada setiap tahapan pekerjaan yang dijalankan tersebut. Satu hal yang harus dipastikan adalah alir proses pekerjaan yang jelas akan mempermudah suatu bisnis atau unit usaha untuk mengembangkan dan mengoptimalkan status dari penyelesaian pekerjaan. Salah satu prinsip penting yang dipegang dalam proses implementasi SOP adalah kesepakatan dan konsistensi dari individu pekerja ketika menyelesaikan masalah dalam status operasional perusahaan.
(11) Budaya kerja yang tinggi
Dalam pengerjaan proyek terhadap implementasi pekerjaan yang dijalankan di lapangan memastikan bahwa sistem operasional dijalankan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang telah ditetapkan dalam organisasi yang dimaksud. Kesepakatan yang diformalkan dalam bentuk Standard Operating Procedure tersebut dapat digunakan untuk menjaga batasan profesionalisme dalam menjalankan status pekerjaan yang ada.
(12) Implementasi Service Excellent
Penerapan terhadap pengembangan implementasi yang berkaitan dengan pemenuhan standar kepuasan pelanggan digunakan untuk melakukan proses operasional terhadap status sinergis dengan standar kebutuhan pelanggan. Hal yang sangat menarik untuk diperhatikan, bahwa kepuasan pelanggan bukanlah menjadi suatu bentuk tanggung jawab pribadi dari pihak Marketing saja, melainkan seluruh elemen yang ada dalam organisasi. Menjadi nilai yang sangat penting apabila mulai dari satuan kerja yang paling sederhana sekalipun untuk mengembangkan konsep kepuasan pelanggan dan pelayanan.
(13) Pengembangan Aspek Leadership
Standard Operating Procedure akan sangat membantu dalam memastikan bahwa setiap individu akan bekerja sesuai dengan detail pekerjaan yang sudah ditetapkan dalam format Job Description. Akibatnya, setiap individu yang berada dalam organisasi akan dilatih untuk lebih mengoptimalkan sistem operasional yang tersedia dalam pekerjaan yang ada. Bagaimana seorang individu karyawan akan dilatih untuk mengembangkan konsep dari leadership yang dimiliki oleh individu itu sendiri.
(14) Memudahkan traceability (penelusuran) dari data perusahaan itu sendiri
SOP akan membuat setiap tahapan proses dapat tercatat dan mudah untuk dilakukan proses penelusuran untuk memastikan bahwa setiap dokumen atau tahapan proses yang dijalankan dapat dipelajari dan teridentifikasi. Sehingga apabila ditemukan permasalahan yang terkait dengan output proses maka akan dapat teridentifikasi asal muasal permasalahan tersebut untuk kemudian ditetapkan pemecahan terhadap permasalahan yang ada tersebut.
(1) Sebagai panduan dasar dari bekerja
Dapat Anda bayangkan, bagaimana rasanya bekerja apabila dalam system dan mekanisme dalam pekerjaan di suatu perusahaan dijalankan tanpa aturan baku. Pasti suatu proses banyak dijalankan berdasarkan kebisaan dan banyak menggantungkan diri kepada individu yang ada dalam perusahaan. Akibatnya, untuk menjamin suatu proses berjalan di dalam perusahaan, ketergantungan yang kuat akan suatu tahapan proses terhadap individu tertentu. Selain tidak dapat mengedepankan profesionalisme (pengukuran dari penilaian akan menjadi subyektif), perusahaan akan sangat tergantung pada kapasitas dan emosi individu tersebut.
(2) Sebagai dasar dalam pengembangan system manajemen sumber daya manusia
Hal yang paling utama dalam pengembangan dalam system manajemen sumber daya manusia adalah penetapan terhadap uraian pekerjaan dari jabatan itu sendiri. Dalam beberapa hal, SOP dapat digunakan sebagai dasar dalam proses analisis jabatan.
(3) Sebagai panduan dan melakukan proses pengukuran manajemen kinerja karyawan
Dalam proses pengukuran terhadap kinerja karyawan, hal yang menjadi suatu prioritas kuat adalah bagaimana memastikan bahwa indicator tersebut dapat dinilai secara obyektif. Suatu proses penilaian yang tepat adalah proses penilaian yang secara system terakomodasi. Artinya tahapan dalam mengumpulkan bukti terhadap telah dilaksanakannya suatu aktivitas dilakukan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam bentuk format pencatatan baku yang ditetapkan dalam bentuk system operasional yang teraudit.
(4) Sebagai alat untuk menjalankan Program Audit
SOP itu sendiri adalah penyusunan skematis terhadap system yang kemudian digunakan sebagai dasar dari proses audit. Kadangkala dari kegiatan audit itu sendiri, baik audit internal maupun audit eksternal memberikan rekomendasi untuk dijalankannya SOP sebelum audit itu dijalankan.
(5) Panduan untuk melakukan proses pelatihan
Dalam setiap proses pelatihan, modul dan program pelatihan diberikan kepada peserta pelatihan untuk memastikan bahwa peserta latih dapat mengimplementasikan pekerjaan yang dijalankannya tersebut.
(6) Panduan untuk menetapkan manpower plan
SOP dapat digunakan sebagai dasar perhitungan terhadap tingkat kebutuhan karyawan dalam suatu organisasi. Berdasarkan SOP yang ditetapkan tersebut maka dilakukan proses perhitungan terhadap beban kerja yang ada untuk kemudian melakukan pemetaan terhadap kebutuhan sumber daya manusia.
(7) Dasar terhadap pengembangan manajemen
Dalam unit usaha dengan jenis retail, tersedianya SOP akan memberikan panduan dan dasar yang kuat untuk semakin mengembangkan strategi bisnis yang dijalankan untuk mengembangkan ekspansi bisnis dengan pengembangan strategi dari manajemen operasional.
(8) Peningkatan nilai dari sumber daya manusia
Kadangkala masih banyak orang yang memiliki persepsi yang salah terhadap factor sumber daya manusia. Dalam suatu perusahaan, umumnya melihat sumber daya manusia sebagai bentuk beban biaya, dimana persepsi tersebut harus diubah. Dengan SOP, pemahaman tersebut akan hilang karena setiap manusia yang ada dalam organisasi memiliki nilai atau benefit yang terukur. Dimana pengembangan potensi dan penilaian terhadap kontribusi dapat dioptimalkan.
(9) Awal Melangkah menuju Sistem ISO
Dengan tersedianya system SOP (Standard Operating Procedure) maka perusahaan yang bersangkutan sudah berada dalam status dan kondisi yang ideal untuk melakukan proses perjalanan menuju ISO series. Dalam beberapa hal, kebutuhan terhadap pengembangan system ISO adalah menyesuaikan antara Standar ISO yang ditetapkan sesuai dengan kebutuhan dokumentasi ISO. Salah satu kemudahaan dari perusahaan yang sudah menerapkan Sistem ISO untuk mendapatkan sertifikasi ISO adalah sudah terbentuknya budaya perusahaan yang akan menunjang Sistem ISO yang dimaksud sehingga tingkat penerimaan dan pengelolaan system sudah dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan tersebut.
(10) Kemudahan untuk perhitungan target penyelesaian pekerjaan
Pada perusahaan yang telah memiliki target status penyelesaian pekerjaan pada setiap tahapan pekerjaan yang dijalankan tersebut. Satu hal yang harus dipastikan adalah alir proses pekerjaan yang jelas akan mempermudah suatu bisnis atau unit usaha untuk mengembangkan dan mengoptimalkan status dari penyelesaian pekerjaan. Salah satu prinsip penting yang dipegang dalam proses implementasi SOP adalah kesepakatan dan konsistensi dari individu pekerja ketika menyelesaikan masalah dalam status operasional perusahaan.
(11) Budaya kerja yang tinggi
Dalam pengerjaan proyek terhadap implementasi pekerjaan yang dijalankan di lapangan memastikan bahwa sistem operasional dijalankan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang telah ditetapkan dalam organisasi yang dimaksud. Kesepakatan yang diformalkan dalam bentuk Standard Operating Procedure tersebut dapat digunakan untuk menjaga batasan profesionalisme dalam menjalankan status pekerjaan yang ada.
(12) Implementasi Service Excellent
Penerapan terhadap pengembangan implementasi yang berkaitan dengan pemenuhan standar kepuasan pelanggan digunakan untuk melakukan proses operasional terhadap status sinergis dengan standar kebutuhan pelanggan. Hal yang sangat menarik untuk diperhatikan, bahwa kepuasan pelanggan bukanlah menjadi suatu bentuk tanggung jawab pribadi dari pihak Marketing saja, melainkan seluruh elemen yang ada dalam organisasi. Menjadi nilai yang sangat penting apabila mulai dari satuan kerja yang paling sederhana sekalipun untuk mengembangkan konsep kepuasan pelanggan dan pelayanan.
(13) Pengembangan Aspek Leadership
Standard Operating Procedure akan sangat membantu dalam memastikan bahwa setiap individu akan bekerja sesuai dengan detail pekerjaan yang sudah ditetapkan dalam format Job Description. Akibatnya, setiap individu yang berada dalam organisasi akan dilatih untuk lebih mengoptimalkan sistem operasional yang tersedia dalam pekerjaan yang ada. Bagaimana seorang individu karyawan akan dilatih untuk mengembangkan konsep dari leadership yang dimiliki oleh individu itu sendiri.
(14) Memudahkan traceability (penelusuran) dari data perusahaan itu sendiri
SOP akan membuat setiap tahapan proses dapat tercatat dan mudah untuk dilakukan proses penelusuran untuk memastikan bahwa setiap dokumen atau tahapan proses yang dijalankan dapat dipelajari dan teridentifikasi. Sehingga apabila ditemukan permasalahan yang terkait dengan output proses maka akan dapat teridentifikasi asal muasal permasalahan tersebut untuk kemudian ditetapkan pemecahan terhadap permasalahan yang ada tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)