Kamis, 29 Desember 2016

Pelatihan Penyusunan SOP

Para pemilik usaha saat ini banyak yang mengalami kejutan yang menyenangkan, namun juga sangat membuat khawatir.  Pertumbuhan dan peningkatan bisnis dalam beberapa bidang usaha menunjukkan angka yang baik dan bahkan di beberapa tempat melonjak tajam. Ketika melonjak itulah, banyak pengusaha yang menjadi khawatir bahwa kemampuan sumber daya yang ada dalam perusahaan tidak dapat mengakomodasi pengembangan manajemen operasional mereka.  Ketika segala sesuatu sudah dalam keadaan serba sibuk, kadangkala sistem tidak dijalankan atau bahkan tidak dibentuk.  Pembentukan pola pekerjaan hanya berdasarkan pada kompetensi dan kepercayaan kepada individu karyawan.  Tentu hal ini tidak memberikan manfaat yang sehat bagi perusahaan.

Lalu bagaimana cara yang paling yang tepat untuk mengoptimalkan usaha Anda.  Salah satu strategi yang paling tepat adalah dengan membuat Standard Operating Procedure (SOP) pada perusahaan Anda.  Proses penyusunan SOP dapat dilakukan secara mandiri di dalam perusahaan dengan pembekalan pelatihan yang memadai.  Pelatihan dengan model dua hari pelatihan dapat membantu proses pengembangan dan implementasi penyusunan SOP dalam perusahaan Anda.

Berikut adalah kurikulum dari pelatihan yang akan dijalankan.
Hari Pertama
(1) Pemahaman mengenai Standard Operating Procedure
(2) Penyusunan konsep produk organisasi
(3) Analisis kajian organisasi
(4) Evaluasi organisasi dan business process
(5) Penyusunan struktur organisasi
Hari Kedua
(1) Penetapan alir proses
(2) Proses penetapan struktur organisasi
(3) Proses penetapan flow process
(4) Proses penyusunan dan penulisan Standard Operating Procedure
(5) Workshop
Diharapkan dalam dua hari pelatihan ini, organisasi Anda akan semakin handal dalam menyusun SOP secara mandiri. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Strategi Marketing dalam Industri Perikanan

Berminatkah Anda kepada industri perikanan? Industri perikanan adalah jenis bisnis yang secara operasional berbiaya tinggi dan memiliki resiko yang besar. Dalam beberapa sisi, perusahaan dapat mengambila keuntungan dengan cara menguasai titik bisnis mulai dari penangkapan bahan baku sampai dengan proses langsung ke buyer. Strategi dan konsep itulah yang menjadikan nilai resiko menjadi kecil. Namun apabila nilai modal yang dimiliki tidak begitu besar, maka langkah apa yang harus dilakukan?

(1) Mengembangkan inovasi produk perikanan berharga tinggi

Lakukan pengembangan bisnis dengan strategi terfokus yaitu melakukan proses pengembangan produk dengan harga yang tinggi. Ada baiknya melakukan proses pengkajian terhadap riset-riset yang telah dilakukan oleh peneliti dan ukuran kebutuhan produk. Produk seperti chitosan ataupun enzyme adalah salah satu strategi unggulan yang dibutuhkan dalam pengembangan produk perikanan.

(2) Tetapkan fokus buyer

Pastikan bisnis dijalankan dengan melakukan proses fokus buyer yang tepat. Artinya Anda bermain dalam aspek yang khusus misalnya dari aspek kualitas atau jaminan keamanan pangan yang tepat. Mungkin terlihat marjin bisnis Anda akan menjadi rendah namun secara kuantitas dan loyalitas, produk Anda dapat diterima secara maksimal oleh buyer.

(3) Mengembangkan jaringan bisnis secara efektif

Fokus ke dalam jaringan yang kuat dapat memberikan nilai positif dalam bisnis. Pengembangan strategi ke food service (katering dan restoran) atau retail tradisional harus dijalankan secara konsisten. Komitmen ini dapat membantu bisnis Anda menjadi lebih maksimal dan optimal.
Tertarik untuk menjalankan pengembangan industri perikanan? Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memaksimalkan proses pengembangan penjualan Anda dapat tercapai secara maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Senin, 26 Desember 2016

5 Kesulitan dari Perusahaan Jasa Ketika Menjalankan SOP

Dalam menjalankan SOP (Standard Operating Procedure) , dalam konsep manajemen operasional jasa adalah hal yang penting dan strategis untuk memastikan konsistensi terhadap sistem manajemen perusahaan yang telah dijalankan.  Namun, sedikit berbeda dengan tahapan proses penerapan implementasi sistem dalam sektor jasa memiliki lebih banyak kesulitan dalam menjalankannya. Berikut adalah 5 (lima) kesulitan yang seringkali muncul dalam perusahaan terkait dengan penerapan SOP (Standard Operating Procedure).

(1) Fleksibilitas Bisnis
Dalam sektor jasa, perubahan bisnis model dapat beradaptasi sesuai dengan kebutuhan konsumen. Salah satu strategi penting untuk bertahan dalam sektor jasa adalah menjalankan konsep strategi inovatif yang mengharuskan adanya perubahan secara terus menerus. Proses penyusunan SOP dalam strategi ini dapat dijalankan dengan pendekatan skematik general dalam konsep pendesainan business process perusahaan. Banyak perusahaan yang terjebak dengan skema konstan/ tetap, sehingga menyebabka perusahaan mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan kondisi pasar.

(2) Pengelolaan Organisasi
Mengembangkan organisasi yang adaptif adalah salah satu tantangan terbesar dalam menyusun SOP. Pembentukan fungsi multitask dan multitalent menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa SOP dapat terimplementasi secara strategis.

(3) Pengendalian Operasional
Melihat tingginya fleksibilitas, pengendalian dari sistem operasional perusahaan harus dipastikan dijalankan sesuai dengan konsep strategis dari organisasi. Memastikan bahwa organisasi dijalankan dan dikendalikan dengan tepat dan maksimal. Selain melihat pada SOP, konsep penerapan terkait dengan pengendalian dijalankan dengan sistem authorisasi dan pengawasan yang kuat. Pengembangan sistem leadership dalam organisasi harus dipastikan untuk secara terus menerus dijalankan.

(4) Penilaian Kinerja
Konsep penilaian kinerja yang dijalankan pada sektor jasa seringkali terlihat secara individual. Dalam menyusun sistem, sebaiknya dihindari adanya fokus pada individu-individu tertentu yang kebetulan kompetensi tinggi. Pengelolaan dari pengetahuan (knowledge) yang ada dalam organisasi.

(5) Konsep dan Desain Produk
SOP disusun berdasarkan pada konsep dan desain produk yang telah ditetapkan dalam perusahaan. Bagaimana desain produk dapat dipastikan dijalankan oleh seluruh elemen perusahaan. Termasuk di dalamnya adalah mengembangkan sistem yang tepat dan efektif. Banyak perusahaan jasa kesulitan untuk mengidentifikasi konsep strategis ang kuat terkair dengan penyusunan produk.

Bagaimana dengan penyusunan SOP dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan penyusunan SOP dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Minggu, 14 Agustus 2016

Apakah Usaha Jasa Dapat Mengimplementasikan SOP?

Mengimplementasikan SOP (Standard Operating Procedure) terkadang lebih memberikan tantangan tersendiri dibandingkan dengan menyusun SOP.  Terdapat proses perubahan yang terkadang sulit untuk dijalankan organisasi secara konsisten.  Beberapa bisnis yang adalah skala start up ataupun bisnis yang menjalankan proses operasional nya dalam bentuk struktur organisasi sederhana namun dengan output kompleks terkadang terlihat tidak konsisten menjalankan sistem.

Ketika suatu kondisi dimana perusahaan yang akan mengimplementasikan SOP lebih berorientasi pada proses, maka terdapat strategi khusus dalam mengimplementasikan SOP yang telah disusun. Berikut adalah konsep mengimplementasikan SOP secara tepat dalam industri jasa.

(1) Pendekatan Pada Proyek
Proses pelaksanaan atas sistem tim yang berbeda dalam setiap proyek, menyebabkan sifat generik adalah melekat pada output desain yang akan dihasilkan oleh perusahaan. Penyusunan desain sistem harus diperkuat atas proses perusahaan dalam mendesain output yang dihasilkan.  Pendekatan aplikasi dijalankan dan dievaluasi dalam setiap proyek pekerjaan yang dihasilkan oleh perusahaan.

(2) Pendekatan Kebutuhan Pelanggan
Resiko terbesar dari perusahaan jasa adalah kegagalan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Bagaimana suatu desain atas proses dijalankan untuk dapat memastikan bahwa resiko tersebut terhindarkan melalui sistem. Pendekatan implementasi dilakukan dapat dilakukan dengan menggunakan desain house of quality dimana seluruh kebutuhan pelanggan terdata dan dipastikan terpenuhi oleh organisasi.

Bagaimana perusahaan dapat menjalankan konsep sistem secara tepat, proses mendesain dan mengimplementasikan sistem harus dijalankan secara hati-hati dan unik pada setiap organisasi. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan SOP berjalan secara efektif dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926/081335632084)

Rabu, 03 Agustus 2016

Desain SOP Berdasarkan Pendekatan ISO 9001:2015

Banyak perusahaan saat ini telah memahami fungsi penting atas SOP (Standard Operating Procedure) dalam perusahaan. Tidak sedikit perusahaan telah memiliki SOP  dan memiliki Sistem ISO 9001, namun kedudukan SOP dalam Sistem ISO hanyalah bersifat seperti Working Instruction saja ataupun pelengkap prosedur.

Dalam versi terbaru ISO 9001:2015, terdapat perubahan dalam penyusunan sistem pendekatan pembuatan SOP. Hal yang pasti, pendekatan terhadap "apa yang diproses" menjadi "apa yang ditulis" direvisi menjadi pendekatan penyusunan sistem berbasiskan resiko. Lalu bagaimana tahapan dari proses desain SOP yang tepat berdasarkan pada pendekatan ISO 9001:2015.

Tahap ke-1, Menyusun Perencanaan Sistem
Rancang sistem dengan berdasarkan pada desain input dan output proses. Lakukan proses identifikasi atas resiko yang muncul tersebut secara tepat dan efektif. Pastikan bahwa seluruh detail atas tahapan proses terlingkupi dengan tepat. Ada baiknya perusahaan menggunakan jasa konsultan SOP sebagai pihak eksternal yang dapat melakukan analisis referensi eksternal yang tepat dalam menyusun perencanaan sistem.

Tahap ke-2, Menyusun Sistem
Dari seluruh data yang didapat lakukan proses penyusunan sistem, susun secara mendetail akurat serta terstruktur. Lakukan proses penyusunan sistem dari rancangan desain yang dimaksudkan tersebut. Pastikan bahwa rancangan sistem terverifikasi dengan tim operasional untuk memastikan ketepatannya.

Tahap ke-3, Melakukan Proses Evaluasi
Ada baiknya perusahaan melakukan proses desain atas evaluasi secara tepat dan efektif. Melakukan proses pemastian bahwa proses evaluasi dijalankan secara maksimal dengan metode akurat untuk dapat memastikan evaluasi berjalan secara tepat.

Tahap ke-4, Melakukan Proses Penetapan Tindakan Perbaikan
Memastikan kembali adanya proses tindakan perbaikan dalam bentuk koreksi atas sistem yang telah disusun. Menjalankan program perbaikan secara tepat dan akurat untuk dapat memastikan bahwa tindakan perbaikan yang dijalankan adalah tepat dan efektif.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan bahwa program penyusunan sistem dilakukan dengan tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Jumat, 15 Juli 2016

Penyusunan Strategi Franchise yang Efektif

Banyak perusahaan saat ini mulai melirik konsep bisnis franchise untuk meningkatkan nilai jual produk dan bisnisnya.  Beberapa perusahaan melihat konsep dari franchise terlihat sederhana dan tidak beresiko, namun hal tersebut tidak lah sesederhana yang diperkirakan oleh banyak orang. Adanya kewajiban moral dan bisnis yang mengikat antara franchisor dan franchisee adalah bagian penting dari bisnis tersebut.
Lalu bagaimana strategi yang tepat bagi perusahaan yang berminat mengembangkan konsep bisnis dengan sistem franchise/ waralabat?
Strategi Pertama, Desain Produk
Baik produk tersebut adalah jasa ataupun produk barang, usahakan pengelola franchisor memperkuat keunikan produk tersebut.  Keunikan yang dapat dipatenkan sebaiknya dipatenkan. Namun apabila menyulitkan untuk mengembangkan keunikan, perusahaan dapat memberikan nilai tambah khusus atas produk. Seperti kualitas ataupun pelayanan atas produk tersebut.
Strategi Kedua, Pembinaan dan Pengembangan Franchisee
Francshisor harus dapat memahami konsep berpikir dari franchisee yang sangat berharap atas adanya solusi bisnis yang maksimal dalam kerjasama ini. Bukan hanya keuntungan semata untuk mendapatkan profit.
Relasi yang kuat dilakukan untuk memastikan hubungan bisnis antara franchisor dan franchisee harus dapat diciptakan. Pengelolaan relasi menjadi dasar penting untuk meningkatkan daya jual dan konsep pengembangan strategi usaha bisnis dalam perusahaan.
Strategi Ketiga, Pengembangan Sistem Penjualan yang Integratif
Memastikan bahwa franchisor juga menjalankan konsep penjualan yang integratif, sehingga program penjualan tidak hanya berfokus kepada menjual konsep franchsie saja namun juga membantu peningkatan penjualan dan omset pada bisnis franchsiee. Usahakan perusahaan memproteksi dan secara terus-menerus berkreasi untuk dapat mengoptimalkan potensi penjualan pada unit usaha franchisee.
Bagaimana strategi pengembangan bisnis waralaba di perusahaan Anda saat ini? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengembangkan konsep dan strategi usaha bisnis franchise Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)