Sabtu, 07 Januari 2012

PENINGKATAN PERFORMA KINERJA PERUSAHAAN



Sebelum implementasi terhadap penerapan OHSAS 18001
ditetapkan dalam organisasi, sebelumnya terdapat sistem manajemen K-3 yang
menjadi wajib diterapkan pada seluruh organisasi dan perusahaan sesuai dengan
ketentuan yang dipersyaratkan dalam organisasi.
Tujuan utama dari penerapan manajemen K-3 adalah memastikan adanya rasa
aman dalam bekerja. Kemudian mulai
timbul pertanyaan apabila sudah terdapat K-3 mengapa harus menggunakan Sistem
Manajemen OHSAS 18001? Apakah manajemen
K-3 belum memadai dalam proses penerapan sistem yang dimaksud?
Terdapat
beberapa alasan mengapa perusahaan menerapkan sistem OHSAS 18001 meskipun dalam
aplikasinya, perusahaan tersebut telah menjalankan fungsi K-3. Alasan pertama, lebih kepada melihat bahwa
sertifikasi OHSAS 18001 adalah sertifikasi internasional yang menjadi sangat
penting bagi beberapa perusahaan yang mengikuti tender dalam program
internasional. Alasan kedua, adalah
penerapan audit yang lebih melekat pada sistem OHSAS 18001 sehingga membuat
melihat adanya alasan baik untuk memastikan adanya penjagaan ganda dalam Sistem
OHSAS 18001. Alasan ketiga, dalam konsep
OHSAS 18001 tersedianya kemunculan strategi yang bersama-sama dirumuskan dalam
visi dan misi perusahaan serta kebijakan dari Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja. Sedikit berbeda antara
Sistem Manajemen K-3 dan OHSAS 18001.
Penerapan sistem OHSAS yang merupakan jenis adaptasi Sistem Manajemen
ISO itulah yang membuat, hasil dari penerapan OHSAS 18001 akan terlihat lebih
signifikan.
Lalu apa
keterkaitan antara Sistem OHSAS 18001 dengan performa kinerja perusahaan. Suatu bentuk stimulus yang kuat dan komitmen
dari manajemen yang diimplemetasikan ke dalam aspek proses untuk memastikan
adanya sistem yang menjamin performa dalam organisasi. Konsep sederhana tapi merasuk ke dalam
pemahaman karyawan. Bagaimana perusahaan melakukan proses pengelolaan
pencegahan yang kuat pada aspek dan level karyawan.
Komitmen
terhadap sistem yang kuat ini lama kelamaan menjadi fondasi dasar dari
terbentuknya budaya perusahaan yang positif.
Mekanisme yang muncul adalah proses sederhana bagaiman rasa percaya dari
individu karyawan akan dimunculkan terhadap hubungannya dengan perusahaan. Rasa
percaya inilah yang membuat adanya konsep kepemilikan perusahaan yang kuat pada
diri karyawan untuk kemudian membentuk rasa nyaman untuk selalu bekerja dalam
perusahaan.
Tahapan dari
negosiasi seperti ini adalah strategi yang baik antara perusahaan dan karyawan. Karena bagaimana pun karyawan tidak mau
bekerja dalam kondisi dan status bekerja yang beresiko tinggi. Sebaliknya, perusahaan juga melihat bahwa
dengan mencegah suatu kecelakaan atau penurunan status kesehatan dari karyawan
yang bekerja dapat mengoptimalkan status pengembangan performa kinerja dalam
aspek kehadiran karyawan di dalam perusahaan.
Karyawan
secara psikologi akan merasakan adanya dukungan dari perusahaan, di mana yang
ia rasakan tidak hanya gaji saja, namun juga terdapat adanya sarana dan fasilitas
dari pencegahan karyawan tersebut dalam bekerja. Untuk mengetahui lebih lanjut dari proses
pengembangan OHSAS 18001 dalam perusahaan, maka pilihlah konsultan yang dapat
memberikan referensi lengkap kepada perusahaan. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar